President RI

UTUSAN KONGRES PERAGI

Bersalaman dengan Presiden RI Soeharto, ketika menjadi utusan Universitas Lampung, dalam Pembukaan Kongres Persatuan Agronomi Indonesia (PERAGI) di Istana Negara 25 Juni 1996 oleh Presiden RI dan Menteri Pertanian Prof Dr Sjarifudin Baharsyah.

Momen ini adalah momen yang membanggakan dapat bersalaman dengan orang nomor satu di Republik ini. Hal ini mendorong semangat saya lagi untuk lebih aktif dalam berorganisasi.

WAKIL KONGRES CENDEKIAWAN

Kembali, bersalaman dengan Presiden RI Soeharto sebagai wakil provinsi Lampung dalam Kongres Cendekiawan Indonesia yang dibuka resmi oleh Presiden RI dan Wakil Presiden B.J. Habibie di Istana Negara Jakarta 27 Agustus 1996.

Momen ini adalah momen yang sungguh membanggakan karena dapat bersua langsung dengan penguasa tertinggi Republik dua kali pada usia muda (33 tahun). Masuk Istana Negara bukanlah hal yang mudah. Walaupun kita menjadi orang kaya raya belum tentu kita berkesempatan bertatap muka dengan Presiden.

Pelajaran yang saya petik dari perjumpaan dengan orang No 1 di Republik ini adalah: dalam pertemuan pertama kali saya tidak tersenyum dengan beliau, maka Bapak Soeharto pun tampak mengacuhkan saya seperti tampak dalam foto 1. Belajar dari pengalaman pertama itu, dalam kesempatan kali kedua saya langsung tersenyum hangat percaya diri dengan beliau, dan reaksi pa Harto pun positif. Beliau langsung membalas dengan senyuman hangat seperti tampak dalam foto.

Hikmahnya: apabila Anda bersikap bersahabat, maka orang lain pun akan bersikap sama terhadap kita.

Penghargaan Satya Lencana Karya 20 th dari President SBY

Pres SBY