Pantai Berbatu

Zona intertidal (pasang-surut) merupakan daerah terkecil, merupakan pinggiran yang sempit sekali – hanya beberapa meter luasnya – terletak di antara air-tinggi dan air-rendah. Zona ini merupakan bagian laut yang mungkin paling banyak dikenal dan dipelajari karena sangat mudah dicapai manusia. Hanya di daerah inilah penelitian terhadap organisme perairan dapat dilaksanakan secara langsung selama periode air surut, tanpa memerlukan peralatan khusus. Zona intertidal telah diamati dan dimanfaatkan oleh manusia sejak zaman prasejarah.
Walaupun luas daerah ini sangat terbatas, tetapi di sini terdapat variasi factor lingkungan yang terbesar dibandingkan dengan daerah bahari lainnya, dan variasi ini dapat terjadi pada daerah yang hanya berbeda jarak beberapa sentimeter saja. Bersamaan dengan ini terdapat keragaman kehidupan yang sangat besar, lebih besar daripada yang terdapat di daerah subtidal yang lebih luas.
Adanya substrat yang berbeda-beda yaitu pasir, batu, dan Lumpur menyebabkan fauna dan struktur komunitas di daerah intertidal. Tampaknya oksigen bukan merupakan factor pembatas kecuali pada keadaan tertentu. Nutrient dan pH juga tidak penting bagi organisme dan struktur komunitas.
Kekayaannya, keragaman faktor lingkungan, serta kemudahan untuk menapainya menyebabkan daerah ini mendapat perhatian secara ilmiah. Organisme dan interaksinya dalam daerah kecil ini lebih banyak dikenal daripada di daerah-daerahlain. Karena itu, daerah ini telah lebih banyak menghasilkan konsep-konsep yang menyatu mengenai komunitas lautan.
Karena organisme intertidal umumnya berasal dari laut, maka adaptasi yang diteliti terutama harus menyangkut penghindaran atau pengurangan tekanan yang timbul karena keadaan yang terbuka setiap hari pada lingkungan daratan. Tekanan yang utama dari lingkungan laut adalah ombak.
Selengkapnya dapat diunduh DISINI

This entry was posted in Marine Ecology. Bookmark the permalink.