PENDEKATAN LINGKUNGAN (Lingkungan Sosial Untuk Matapelajaran PKn)

Oleh
*) Hermi Yanzi

A.Pendahuluan
Belajar pada hakekatnya adalah suatu interaksi antara individu dengan lingkungan. Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons ter-hadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku. Dapat juga terjadi, individu menyebabkan terjadinya perubahan pada lingkungan, baik yang positif atau yang bersifat negatif. Syah M (1999: 64) mengatakan bahwa: “belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya yang melibatkan proses kognitif’. Hal ini menunjuk-kan, bahwa fungsi lingkungan merupakan faktor yang penting dalam proses belajar mengajar.

Berkaitan dengan pentingnya lingkungan dalam pengajaran, ada suatu asas dalam pengajaran yaitu asas-asas didaktik atau asas-asas mengajar yang disebut dengan asas lingkungan, yaitu suatu asas yang mengaitkan pengajaran dengan lingkungan anak. Bagi seorang guru menguasai asas-asas mengajar adalah sangat penting dan merupakan suatu keharusan, karena dengan menguasai asas-asas mengajar ini akan dapat membantu guru dalam meningkatkan dan mengembangkan praktek pengajaran di kelas untuk tercapaianya tujuan pengajaran yang diharapkan. Akan tetapi dengan hanya menguasai azas-azas mengajar belum merupakan suatu jaminan bahwa guru dengan sendirinya akan berhasil dalam mengajarnya. Dalam hal ini Nasution S. (1995: 1), mcngatakan bahwa: “Menguasai azas-azas didaktik belum mcrupakan suatu jaminan bahwa seseorang dengan sendirinya akan menjadi guru yang baik. Mengajar itu sangat kompleks dan dipengaruhi oleh macam-macam faktor, antara lain pribadi guru sendiri, suasana kelas, hubungan antar manusia di sekolah, keadaan sosial ekonomi negara, organisasi kurikulum dan sebagainya. Akan tetapi seseorang pasti tidak akan menjadi guru yang baik kalau is mengabaikan asas-asas didaktik. Itu sebabnya didaktik perlu dipelajari oleh setiap pengajar “.

Jadi jelaslah bahwa untuk menjadi guru yang baik salah satu usahanya ialah dengan menguasai asas-asas didaktik atau asas-asas mengajar, dan salah satu asas itu ialah asas lingkungan. Dalam pelak-sanaannya asas lingkungan ini digunakan melalui pendekatan ling-kungan di dalam proses belajar mengajar yang disesuaikan dengan tujuan dan materi pelajaran yang telah ditetapkan. Betapa penting-nya penggunaan atau pemanfaatan lingkungan dalam pengajaran. Namun demikian dengan berbagai alasan disinyalir masih banyak para guru yang melupakan pentingnya lingkungan ini dalam pengajaran sebagai sumber belajar. Kiranya hal ini merupakan hambatan dalam pembelajaran yang berlangsung di sekolah, karena sebenarnya banyak keuntungan yang diperoleh dengan memanfaatkan lingkungan ini.

Apabila kita memperhatikan pembelajaran yang terjadi di sekolah disinyalir sebagian besar guru hanya mentransfer ilmu pengetahuan belaka kepada siswa tanpa berusaha untuk mengaitkannya dengan lingkungan anak dan juga tidak berusaha mengaitkan pengetahuan yang telah dimiliki anak yang berasal dari lingkungan dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari siswa di sekolah.

Dengan demikian belajar hanya bersifat hafalan saja dan tidak bermakna. Untuk mengatasi masalah ini salah satu upayanya ialah dengan menggunakan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran, yaitu menggunakan sesuatu yang ada di lingkungan atau dekat dengan anak sebagai sumber belajar sehingga dapat membuat pembelajaran lebih bermakna. Nasution S. (1995: 133) mengemukakan bahwa peng-gunaan lingkungan dalam pengajaran ada dua cara yaitu: 1) membawa anak ke lingkungan untuk keperluan pengajaran; 2) membawa ling-kungan ke dalam kelas untuk keperluan pengajaran.

Menggunakan atau memanfaatkan lingkungan dalam pengajaran adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah. Banyak hal yang harus dipelajari agar kita dapat dengan berhasil menggunakannya, disamping perlu latihan-latihan penggunaan lingkungan dalam pengajaran. Tentunya penggunaan lingkungan ini harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.

Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (dalam standar isi yang dikeluarkan oleh BSNP), jika dipahami ternyata mata pelajaran PKn berkaitan erat dengan lingkungan, sehingga sangat relevan menggunakan pendekatan lingkungan terutama lingkungan sosial, sehingga paradigma CTL benar-benar terwujud. Namun demikian apakah betul guru-guru itu menggunakan atau memanfaatkan lingkungan dalam pengajaran?. Pembelajaran yang terjadi di sekolah disinyalir masih banyak para guru hanya mentransfer ilmu pengetahuan belaka kepada siswa tanpa berusaha untuk meng-kaitkannya dengan pengalaman dan lingkungan anak, apalagi dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari siswa di sekolah, sehingga belajar hanya bersifat hafalan saja dan tidak bermakna. Untuk mengatasi masalah ini salah satu upayanya ialah dengan menggunakan pendekatan lingkungan dalam pengajaran, yaitu menggunakan sesuatu yang ada di lingkungan atau dckat dengan anak sebagai sumber belajar sehingga dapat membuat pengajaran lebih bermakna.

B. Konsep Pendekatan Lingkungan
Beberapa pendapat mengenai konsep pendekatan lingkungan adalah sebagai berikut:
a.Karli H dan Margaretha (2002: 97), mengatakan bahwa: “pende-katan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang meman-faatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan, dan untuk menanamkan sikap cinta ling-kungan”.
b.Rustaman N (2005:94) mengatakan bahwa “Penggunaan pende-katan lingkungan berarti mengaitkan lingkungan dalam suatu proses belajar mengajar. Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar “.
c.Hadiat (1976: 197) mengatakan bahwa: “Pendekatan lingkungan ialah pendekatan melalui lingkungan anak, mendasarkan pelajaran atas keadaan tempat sehari-hari anak-kebun, sawah, hutan, sungai, kampung, industri, alat-alat rumah dan lain sebagainya. Bahan pelajaran disusun atas dasar lingkungan itu”.
d.Nasution N (2000: 5.26), mengatakan: “Pendekatan lingkungan atau karyawisata adalah pendekatan yang berorientasi pada alam bebas dan nyata, tidak selalu harus ke tempat yang jauh, dapat dilakukan di alam sekitar sekolah”.

Dari beberapa pendapat tersebut di atas dapat dikatakan bahwa pengajaran dengan menggunakan pendekatan lingkungan itu esensinya adalah menggunakan atau memanfaatkan lingkungan siswa sebagai sumber belajar untuk keperluan pengajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pelaksanaannya dapat membawa kelas ke lingkungan dan dapat juga lingkungan dibawa ke sekolah. Ini berarti bahwa pengajaran akan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Mengenai sumber belajar ini Donald P (dalam Sudjana N & Rivai A, 1997 80) mengatakan bahwa: “sumber belajar itu meliputi: pesan (message), manusia (people), bahan (materials), peralatan (devi-ce), teknik metode (technique), dan lingkungan (setting)”. Lingkungan sebagai sumber belajar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu ling-kungan sebagai sumber belajar yang dirancang dan lingkungan sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan. Contoh lingkungan sebagai sumber belajar yang dirancang antara lain ruangan kelas, studio, perpustakaan, auditorium, laboratorium, aula, bengkel kerja dan sebagainya. Sedang-kan lingkungan sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan antara lain taman, pasar, kebun, sawah, sungai, selokan, kolam, hutan, pabrik, warung, TPA sampah dan sebagainya.

Pemanfaatan lingkungan dalam pengajaran mempunyai keun-tungan praktis dan ekonomis. Keuntungan praktis karena mudah diperoleh, sedangkan keuntungan ekonomis karena murah dan dapat dijang-kau oleh seluruh siswa. Dengan memanfaatkan lingkungan sekaligus juga memanfaatkan kepedulian siswa untuk mencintai lingkungan belajarnya. Hal ini akan lebih terasa bermakna, bermanfaat dan lang-sung dapat dirasakan oleh siswa. Dengan demikian baik sekolah yang sudah mempunyai laboratorium lengkap maupun yang sama sekali belum memiliki laboratorium, sama-sama dapat memanfaat kan laboratorium alam sebagai salah satu alternatif proses belajar, terlebih-lebih bagi konteks materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah.

C. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas maka, dapat disimpulkan hal sebagai berikut:
1.Lingkungan sangat berpengaruh dan berperanan penting dalam pendidikan dan pengajaran bagi siswa di sekolah. Lingkungan dapat dibagi menjadi dua yaitu lingkungan sekitar dan alam sekitar. Lingkungan sekitar adalah segala sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna dan pengaruh tertentu kepada individu. Sedangkan alam sekitar adalah segala hal yang ada di sekitar kita, baik yang jauh maupun yang dekat letaknya, baik masa silam maupun yang akan datang tidak terikat pada dimensi waktu dan tempat.
2.Pendekatan lingkungan adalah suatu pendekatan dalam pengajaran dengan me¬manfaatkan atau menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar.
3.Menggunakan pendekatan lingkungan dalam pengajaran esensinya adalah memanfaatkan atau menggunakan lingkungan siswa sebagai sumber belajar untuk keperluan pengajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pelaksana annya dapat membawa kelas ke lingkungan untuk keperluan pengajaran dan dapat juga lingkungan dibawa ke sekolah untuk keperluan pengajaran.

*) Dosen JPIPS FKIP Universitas Lampung

Referensi

  1. Ali Moh. (1987). Guru Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo.
  2. Bruner, Jerome S. (1960). The Process of Education. New York: Vintage Books.
  3. Hamalik Oemar. (2005). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
  4. Karli H dan Margaretha. (2002). Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Bina Media Informasi.
  5. Nasution S. (1995). Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
  6. Nasution N. (2000). Pendidikan IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

 

This entry was posted in Kumpulan Artikel, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>