Plagiarisme merupakan salah satu perbuatan yang tidak terpuji!!!

Plagiarisme: Perbuatan Tercela

Oleh: Indriyanto

Plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2002).  Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Ciptaan adalah hasil setiap karya Pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002).  Menurut Adimihardja (2005), plagiarisme adalah pencurian dan penggunaan gagasan atau tulisan orang lain (tanpa cara-cara yang sah) dan diakui sebagai miliknya sendiri.  Plagiarisme juga didefinisikan sebagai kegiatan dengan sengaja menyalin pemikiran atau kerja orang lain tanpa cara-cara yang sah (Adimihardja, 2002).  Plagiarisme dikenal juga dengan sebutan plagiat (Rosyidi, 2007).  Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) milik orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri.  Adapun orang yang mengambil karangan (pendapat dan sebagainya) milik orang lain dan disiarkan sebagai karangan atau pendapat sendiri disebut plagiator atau penjiplak (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2002).

Merujuk kepada beberapa definisi tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa plagiator bisa disebut sebagai penjiplak atau pencuri atau pembohong..

Mengapa plagiarisme dikatakan sebagai perbuatan tercela? Sebab plagiarisme itu melanggar kode etik ilmuwan.  Semua prosedur yang dilakukan dalam kegiatan ilmiah oleh semua orang yang bisa dikategorikan sebagai ilmuwan (kecuali orang yang tidak berjiwa ilmuwan) dirancang untuk memenuhi dua asas moral, yaitu untuk menemukan kebenaran (kebenaran ilmiah) dan kejujuran (kejujuran intelektual).  Plagiarisme sebagai perbuatan tercela karena dapat merugikan terhadap penulis asli, membohongi para pembaca, membohongi publik, dan menurunkan integritas diri.  Plagiarisme merupakan hal yang tabu di seluruh universitas di dunia dan bagi siapa saja, merugikan orang lain yang karyanya atau idenya dicuri, dan merusak reputasi perguruan tinggi.  Bahkan plagiarisme dapat merusak integritas keilmuan, membunuh kreativitas, dan menghambat persaingan yang sehat (Adimihardja, 2005).

Secara garis besar, tindakan yang termasuk plagiarisme antara lain (Rosyidi, 2007):

a.    menyalin tulisan orang lain mentah-mentah, tanpa memberikan penjelasan bahwa tulisan tersebut diambil dari tulisan lain dan/atau tanpa menyebutkan sumbernya,

b.    mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan keterangan yang cukup tentang sumber gagasan tersebut.

Menurut Adimihardja (2005) terdapat banyak sekali jenis plagiarisme, antara lain sebagai berikut.

a.    Mengutip atau mengulang gagasan orang lain dalam suatu percakapan tanpa merujuk kepada yang mempunyai gagasan, tanpa memberi penghargaan atau ucapan terima kasih kepada yang mempunyai gagasan tersebut.  Mencuri gagasan orang lain dalam suatu percakapan kemudian menuliskannya tanpa izin sah dari yang mempunyai gagasan tersebut termasuk plagiarisme; dan ini merupakan dosa ilmiah.

b.    Semua pendapat atau pernyataan orang lain secara tertulis yang dikutip tanpa memberi penghargaan kepada yang punya pendapat melalui catatan kaki atau daftar pustaka.

c.    Melakukan kutipan tak langsung dari pendapat atau pernyataan orang lain secara tertulis tanpa melakukan refrase (parafrase).

d.   Mengutip tabel dan gambar tanpa menyebutkan sumbernya.

e.    Dua tulisan berjudul dan berisi sama, maka yang keluar belakangan merupakan hasil plagiat.

f.     Menyalin seluruh hasil karya orang lain, dan salinan itu diakui sebagai tulisan sendiri walaupun yang punya karya tulis mengizinkan secara tulus; walaupun yang punya karya tulis itu adiknya, kakaknya, ibunya, bapaknya, ataupun istrinya.  Hasil karya yang dimaksudkan meliputi yang dipublikasi (buku, artikel dalam jurnal/prosiding/majalah) dan yang tidak dipublikasi (makalah untuk seminar, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, diktat, buku ajar).

g.    Tulisan mahasiswa yang dipublikasi tanpa menuliskan nama mahasiswa sebagai penulis pertama.

h.    Penulis yang dengan sengaja mengirimkan tulisan berjudul sama pada dua jurnal atau lebih.

i.      Menerjemahkan suatu tulisan orang lain dan menulis dirinya sebagai penulis.

j.      Tulisan orang lain yang dimodifikasi baik organisasi maupun frase tanpa menyantumkan penulis aslinya.

Dalam Peraturan Akademik Universitas Lampung Tahun 2009 pada Pasal 44 tercantum tentang jenis plagiarisme dapat berupa:

a.    meminjam gagasan, organisasi, pernyataan, label, gambar, peta, dan berbagai hal dari sumber lain tanpa pengakuan yang layak (tanpa menyantumkan sumber aslinya),

b.    mereproduksi hasil karya orang lain baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan, satu bab buku, makalah mahasiswa sejawat, dan hal-hal lain yang serupa,

c.    meminta atau membiarkan pihak lain untuk mengubah atau memperbaiki suatu karya yang seharusnya dikerjakan sendiri,

d.   mengadakan perubahan sedikit tanpa mengubah organisasi, isi, dan redaksional dengan tanpa menyebutkan sumbernya.

Perlu diperhatikan secara seksama banyak sekali Ciptaan yang dilindungi oleh undang-undang, antara lain sebagai berikut:

a.    buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya;

b.    ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu;

c.    alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;

d.   lagu atau musik dengan atau tanpa teks;

e.    drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;

f.     seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan;

g.    arsitektur;

h.    peta;

i.      seni batik;

j.      fotografi;

k.    sinematografi;

l.      terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan.

Oleh karena itu, marilah kita belajar, berlatih, dan berbuat jujur dan benar, menghargai orang lain melalui karya orang lain maupun karya kita sendiri, agar kita tidak termasuk golongan plagiator yang pasti rendah integritas dan kehormatan dirinya.

DAFTAR PUSTAKA

1.  Adimihadja, M.  2005.  Plagiarisme.  Makalah Disampaikan

dalam Lokakarya Etika di Perguruan Tinggi yang Dilaksanakan

di Medan pada Tanggal 19—20 April 2005.  Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.  Medan.  24 p.

2.  Nias.  2008.  Plagiarismehttp://niasonline.net/2008/07/15/plagiarisme/.

Diakses tanggal 23 November 2009.

3.  Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.  2002.  Kamus

     Besar Bahasa Indonesia.  Edisi ke tiga.  Balai Pustaka.

Jakarta.  1.382 p.

4.  Rosyidi, A.  2007.  Plagiarisme Merugikan Semua Pihak.

http://rosyidi.com/plagiarisme-merugikan-semua-pihak/.

Diakses tanggal 23 November 2009.

5.  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002

Tentang Hak Cipta.  http://id.wikisource.org/wiki/Undang-  

     Undang_Republik_Indonesia_Nomor_19_Tahun_2002.

Diakses tanggal 28 November 2009.

6.  Universitas Lampung.  2009.  Peraturan Akademik.  Penerbit

UniversitasLampung.  Bandar Lampung.  59 p.