Sawo duren (Chrysophyllum cainito)

Sawo duren (Chrysophyllum cainito) atau dalam bahasa inggris disebut caimito atau star apple. Diberi nama sawo duren mungkin karena merupakan buah dari keluarga sawo-sawoan (Sapotaceae) namun pohonnya terlihat seperti pohon duren terutama daunnya. Pohon ini memiliki daun tunggal berwarna coklat-keemasan (chrysophyllum berarti daun yang berwarna keemasan), karena bulu-bulu halus yang tumbuh terutama di sisi bawah daun dan ranting; permukaan atasnya lekas gundul dan berwarna hijau cerah. Duduk daun berseling, memencar, bentuk lonjong sampai bundar telur terbalik, 3-6 x 5-16 cm, seperti kulit, bertangkai 0,6-1,7 cm panjangnya.

Buah ini juga dikenal dengan nama sawo apel, sawo ijo atau apel ijo (Jw.), sawo hejo (Sunda.), sawo kadu (Banten), dan kenitu atau manécu (Jatim). Sawo duren umumnya dikonsumsi sebagai buah segar, rasanya manis, namun getahnya cukup banyak. Pohon sawo duren berbuah setelah berumur 5-6 tahun, dan biasanya musim puncak buah itu di Jawa terjadi pada musim kemarau seperti saat ini (Juli 2012).

Ternyata pohon sawo duren juga bermanfaatsebagai obat, rebusan daunnya dipakai untuk menyembuhkan diabetes dan rematik. Sedangkan pepagannya (kulit kayu) dapat dijadikan obat kuat dan obat batuk.

Sawo duren berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Hindia Barat. Pohon sawo duren di Indonesia banyak ditanam sebagai tanaman penghijauan di pinggir jalan maupun komplek perkantoran hingga kampus seperti yang terdapat di kampus IPB Dramaga dan UI Depok. Kayunya cukup baik sebagai bahan bangunan dan cabang-cabangnya yang tua dimanfaatkan untuk menumbuhkan anggrek.