GIT merupakan aplikasi untuk mengontrol versi pengembangan software secara sistematis. Sehingga, kita dapat dengan cepat kembali ke titik sebelumnya jika mengalami masalah dalam pengembangan software.

Tentu saja dalam pengembangan software banyak yang biasanya kita ubah, bahkan nama direktori yang menampung aplikasi pun kadang kurang pas ketika pengembangan sudah di tengah jalan. Awalnya, saya sempat bingung apakah ada aturan khusus terkait perubahan nama direktori. Ternyata, menggantinya semudah menamai ulang direktori yang digunakan.

Penamaan ulang direktori, dalam GIT Bash, dapat dilakukan dengan mengetikkan perintah:

$ mv namaDirektoriLama namaDirektoriBaru

Sesederhana itu. Hal ini dikarenakan bagi GIT yang penting adalah ada direktori bernama “.git” di dalam direktori kerja. Sehingga, selama direktori tersebut ada, nama direktori tidak menjadi masalah walaupun diganti. Tentu saja menamakannya ulang menggunakan aplikasi file explorer (seperti di Windows) juga bisa, tidak harus melalui terminal.

GIT is an application to control software development version systematically. Hence, we can return quickly to the point before the problems occurs in our software development.

In the course of software development, there are many things that we change. Even the name of directory felt not quite right when development is progressing. At first, I try to find is there any rule about changing directory name. But when I figure it out, changing it’s name is as easy renaming the directory.

Renaming directory, in GIT Bash, can be done easily with this command:

$ mv oldDirectoryName newDirectoryName

This is because, for GIT, what’s important there’s a directory named “.git” inside working directory. Hence, as long as the directory exist, it doesn’t matter if we change the directory name. Of course, renaming directory can be done also using file explorer (like in Windows), you don’t have to use terminal.