Plastik merupakan bahan yang paling banyak digunakan di dunia untuk banyak keperluan seperti pembungkus makanan, furnitur, mainan, bahkan pakaian. Sifatnya yang lentur, awet, dan tahan lama membuatnya menjadi favorit. Plastik sendiri memiliki tantangan karena daya tahannya yang lama serta sulitnya mendaur ulang kembali plastik. Perlu dipelajari bagaimana sebaiknya manusia menyikapi plastik.

Sejarah plastik:

  • 1904 – Ilmuwan Kimia Jacques Brandenberger yang bekerja di perusahaan tekstil berusaha untuk membuat lap makan yang bisa membersihkan tanpa harus kotor.
  • Perrang Dunia ke 1 – Hasil temuan Jacques Brandenberger digunakan sebagai lensa untuk topeng gas.
  • 1923 – Jacques Brandenberger menjual hak patenĀ “cellophane” ke perusahaan Amerika DuPont.
  • 1930 – William Hale Charch, DuPont, memperbaiki formula agar tahan terhadap perubahan suhu. Dengan produk yang langsung bisa dilihat dari plastik transparan, konsumen berubah menjadi langsung mengambil bahan makanan yang dijual alih-alih minta tolong disiapkan oleh penjual karena langsung bisa melihat bahannya. Dampak yang luar biasa, tidak hanya konsumen membeli langsung bahan makanan, mereka juga berubah cara memahami kualitasnya.
  • 1938 – Membeli dengan mata. Daging merupakan bahan makanan yang paling sulit untuk dijual mandiri. Dikembangkan plastik yang, diantaranya, dapat melewatkan oksigen secukupnya dan penjualan meningkat 30%.

Referensi: