For PIC

Nama Lengkap : Prof. Dr. Ir. Ainin Niswati, M.S., M.Agr.Sc.
Jenis Kelamin : Perempuan
Pangkat/Jabatan : IV C/ Guru Besar
Bidang Keahlian : Ilmu Tanah
Jabatan Struktural : -
Alamat Kantor : JL. Prof. Sumantri Brojonegoro No. 1, Bandarlampung 35145
Fakultas : Pertanian
Jurusan : Agroteknologi
Telepon/fax : 0721-781822)
E-mail : niswati@unila.ac.id; niswati@yahoo.com
Guru Besar Tahun : 1 Februari 2010
Bidang Keahlian : Ilmu Tanah

Jenjang Pendidikan
S1 : Universitas Lampung, Bandarlampung
Tahun : 1986
Fakultas : Pertanian
Prog. Studi :Ilmu Tanah
Judul Skripsi :Efek Sisa Pemupukan Fosfat terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) pada Podzolik Tanjungan

S2 :Institut Pertanian Bogor, Bogor
Tahun :1992
Fakultas :P asca Sarjana
Prog. Studi :Ilmu Tanah
Judul Tesis :Kemampuan Simbiosis Sejumlah Galur Bakteri Bintil Akar Asal Tanah dengan Berbagai pH pada Dua pH Medium Tanam

S2 :Nagoya University, JAPAN
Tahun :2001
Fakultas :Bioagricultural Sciences
Prog. Studi:Soil Biology and Chemistry
Judul Tesis:Microbiota Inhabited Zooplankton In The Floodwater of Paddy Fields

S3 :Nagoya University, JAPAN
Tahun :2001
Fakultas :Bioagricultural Sciences
Prog. Studi:Soil Biology and Chemistry
Judul Disertasi :Study on The Microbiota Associated With Aquatic Organisms in the Floodwater of Paddy Fields

Penelitian-penelitian Unggulan:

1. Pengembangan Pupuk Fosfat Super Alternatif Dari Batuan Fosfat Lokal yang Diasidulasi dengan Limbah Cair Agroindustri (Tahun 2012 – 2013) , Hibah Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi – DIPA APBN)
2. Soil Rehabilitation Study by using Reduce Tillage and Mulching (Year 2010 – present, Collaboration Research between Unila-YNU-PT GMP)
3. Peningkatan Kesuburan Tanah Sawah dan Hasil Padi Menggunaan Bahan Organik in situ dan Pengelolaan Air Irigasi (Tahun 2009 – 2011, Hibah Strategis Nasional Ditlitabmas, Dikti)
4. Monitoring of Soil Quality in the Plot Subjected With Soil and Plant Amendment for Controlling the White Root Fungi (Tahun 2008-2009, CSM-BGBD Project)
5. Peningkatan Kesuburan Tanah Sawah dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Menggunakan Jerami Padi yang Didekomposisikan (Tahun 2008, Hibah Bersaing, DP2M-Dikti)
6. Kajian ekstrak bahan organik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sayuran (Tahun 2008, Research Grant PHK A2)
7. Perubahan komunitas dan keanekaragaman organisme genangan tanah sawah pada berbagai manajemen pertanaman padi sawah tanah tropika (Tahun 2007 – 2008, Hibah Penelitian Fundamental, DP2M-Dikti)
8.Pengaruh beberapa kombinasi aktivator terhadap pengomposan berbagai limbah organik (Tahun 2008, Research Grant PHK A2)
9.Pengomposan sampah kota, kulit ubikayu, sampah kampus, dan tandan kosong kelapa sawit dengan bantuan dua spesies cacing tanah dan pengaruhnya terhadap perubahan mikroorganisme tanah (Tahun 2007, Research Grant PHK A2)
10. Pengomposan limbah industri tapioka (kulit ubikayu) dengan berbagai aktivator dan pengaruhnya terhadap kecepatan dan perubahan (mikro)organisme yang terlibat di dalamnya Komunitas beberapa Biota Tanah (Tahun 2006, DIPA Unila
11. Pengaruh jarak eksudasi dan umur tanaman jagung terhadap perubahan sifat biologi tanah (Tahun 2005, Research Grant SP4 )
12. Pengaruh inokulasi fungi vesikular arbuskular terhadap ketahanan tanaman jagung dalam menghadapi cekaman kekeringan (Tahun 1997-1998, Penelitian dosen muda (P4M) Dikti
13. Pengaruh inokulasi ganda rhizobium dan mikoriza vesikular arbuskular pada berbagai sumber fosfat terhadap tanaman kedelai (Tahun 1996-1997, Penelitian dosen muda (P4M) Dikti
14. Sustainable Agriculture in Red Acid Soils (Tahun 1995-2000, JSPS, Japan)
15.Pendayagunaan pembenah tanah (soil conditioner) untuk perbaikan struktur tanah dalam peningkatan produksi bawang merah dan bawang putih dataran rendah (Tahun 1994-1995, Penelitian Hibah Bersaing, Dikti)
16.Uji-terap pemanfaatan Azolla di lahan petani di Lampung (Tahun 1994, P4N-BP3, Deptan)
17.Dampak mikrobiologi tanah penerapan teknik tanpa olah tanah dengan herbisida isoprofil amina-glifosat secara terus menerus pada lahan kering di Lampung (Tahun 1993, Penelitian BBI – P4M, Dikti)

Publikasi Nasional:
1.Isnaini, S., A. Niswati, and Maryati. 2012. Screening of Cultivatable Indigenous Fungi which Responsible for Decomposing of Rice Straw. J Trop Soils, Vol. 17, No. 1: 61-66.
2.Isnaini, S., A. Niswati, dan Maryati. 2009. Dekomposisi bahan organik jerami pada berbagai kedalaman pembenamnya. J. Wacana Pertanian 8 (1): 27-35.
3. Isnaini, S., A. Niswati, dan Maryati. 2009. Dekomposisi bahan organic jerami padi pada berbagai ketinggian penggenangan.. J. Wacana Pertanian 8 (1): 83-92
4.Dermiyati, S. Yusnaini, dan A. Niswati. 2008. Respirasi dan Biomassa Mikroorganisme selama Pengomposan Limbah Padat Industri Tapioka (Kulit Ubi Kayu). Jurnal Sains MIPA 14 (3): 175-190
5. Niswati, A., Dermiyati, dan M.A.S. Arif. 2008. Perubahan Populasi Protozoa dan Alga Dominan pada Air Genangan Tanah Padi Sawah yang Diberi Bokashi Berkelanjutan. J. Tanah Trop. 13 (3): 225-231
6. Niswati, A. and S. Yusnaini. 2008. Perubahan Biomassa Karbon Mikroorganisme Tanah dan Produksi Jagung akibat Pemberian Pupuk Organik dan Pupuk Kimia. J. Penelitian Pertanian Terapan 8 (3): 122-128
7. Yusnaini, S. and A. Niswati. 2008. Populasi Cacing Tanah pada Pertanaman Jagung Diberi Pupuk Organik dan Inorganik Jangka Panjang. J. Penelitian Pertanian Terapan 8 (3): 109-115.
8. Niswati, A. S. Yusnaini dan M.A.S. Arif. 2008. Populasi mikroba pelarut fosfat dan P-tersedia pada rizosfir beberapa umurdan jarak dari pusat perakaran tanaman jagung (Zea mays L.). J. Tanah Trop. 13 (2): 123-130
9.S. Yusnaini, A. Niswati, M.A.S. Arif, and M. Nonaka. 2008. The changes of earthworm population and chemical properties of tropical soils under different land use systems. J. Tanah Trop. 13 (2): 131-137.
10. Niswati, A. 2007. Perubahan Epibion Eukariotik yang Berasosiasi dengan Moina sp. Dari Genangan Tanah Sawah akibat Aplikasi Jerami Padi dan Kompos. Agritek 15 (5): 1266-1279.
11. Niswati A. dan Purnomo. 2007. Analisis perubahan Komunitas dan Keanekaragaman Organisme Air Genangan Tanah Sawah pada Tanah Sawah Pagelaran dan Taman Bogo Provinsi Lampung. Akta Agrosia. Edisi Khusus Dies Natalis ke-26 UNIB: 213-217.
12. Niswati, A. 2007. Komunitas Bakteri yang Berasosiasi dengan Cypretta sp. pada genangan air tanah sawah yang dianalisis dengan PCR-DGGE dan Sekuensing DNA. Agritek 15 (2): 252-258.
13. Yusnaini S., Nugroho S.G., Afandi, Niswati A., Matsumoto M. and Nonaka M. 2007. Effect of Plant Cover Management on Earthworm Activities in Hilly Coffee Plantation of Sumber Jaya, South Sumatra, Indonesia. J. Tanah Trop. 12 (2): 131-137
14. Niswati, A. 2004. Kandungan Nitrogen dan Fosfor pada Kedelai yang Diinokulasi oleh Rhizobium dan Mikoriza pada Berbagai Dosis TSP di Tanah Ultisols. J. Tanah Trop. 10 (1): 49-54.
15. Yusnaini, S., Niswati, A., Arif, M.A.S., Matsumoto, M., and Nonaka, M. 2002. Earthworm population in deforested lands in hilly area of west Sumberjaya Lampung. J. Tanah Trop. VII (14): 141-146
16. Yusnaini, S., Niswati, A., Nugroho, S.G., Muludi, K., dan Irawati, A. 1999. Pengaruh inokulasi mikoriza vesicular arbuskular terhadap produksi jagung yang mengalami kekeringan sesaat pada fase vegetatif dan generatif. J. Tanah Trop. V (9): 1-6.
17. Salam, A.K., A. Iswati, S. Yusnaini, and A. Niswati. 1997. Status kesuburan tanah dalam pertanaman singkong (Manihot esculenta Crantz) di Gunung Batin Lampung Utara: Tingkat ketersediaan unsur hara. J. Agrotropika II (1): 35-41
18. Salam, A.K., A. Iswati, S. Yusnaini, and A. Niswati. 1997. Status kesuburan tanah dalam pertanaman singkong (Manihot esculenta Crantz) di Gunung Batin Lampung Utara: Aktivitas Enzim Tanah. J. Agrotropika II (1): 42-47..
19. Yusnaini, S., M. Utomo, M.A.S. Arif, and A. Niswati. 1997. Vesicular Arbuscular Mycorrhizae in Corn Plants as Affected by Long-term Tillage and Nitrogen Fertilization. Journal of Tropical Soils 5: 69-73.
20. Niswati, A. dan S.G. Nugroho. 1996. Penerapan pupuk hijau azola sebagai pensubsidi pupuk urea pada padi sawah di Lampung Tengah. J. Tanah Tropika II (2): 84-90.
21.Sunyoto, A. Niswati, dan S.G. Nugroho. 1996. Pengaruh aplikasi pupuk Sesbania rostrata dan Azolla pinnata dari sistem dual kultur dengan padi terhadap pertumbuhan, hasil dan ketersediaan nitrogen. J. Agrotropika I (1):23-28
22. Niswati, A., S. Yusnaini, dan N. Sriyani. 1996. Identifikasi mikoriza VA pada gulma darat tropis di Sumberjaya Lampung Barat. Pros Konferensi HIGI XIII: 73-76.
23. Niswati, A., S.G. Nugroho, M. Utomo, and Suryadi. 1996. Pemanfaatan mikoriza vesikular-arbuskular untuk mengatasi pertumbuhan tanaman jagung akibat cekaman kekeringan. J. Tanah Trop. II No. 3: 26-31.
24. Nugroho, S.G., and A. Niswati. 1996. Tanggapan tanah multilokasi terhadap aplikasi pembenah tanah sintetik dan alami pada berbagai taraf dosis aplikasi. J. Pen. Pengb. Wil. Lahan Kering, No. 18: 102-133
25. Nugroho, S.G., A. Niswati, and W. Hanolo. 1996. Tanggapan tanaman bawang merah dalam produksi umbi terhadap aplikasi pembenah tanah dikaitkan dengan perubahan sifat fisik tanah di Pematang Pasir, Trans Tanjungan, dan Sidodadi Provinsi Lampung. J. Pen. Pengb. Wil. Lahan Kering, No. 18: 167-184
26. Nugroho, S.G., dan A. Niswati. 1995. Efikasi pembenah tanah alami dan sintetik terhadap stabilitas agregat tanah lapisan atas dari empat lokasi di Lampung. J. Tanah Tropika I (1): 8-15
27. Nugroho, S.G. dan A. Niswati. 1995. Pengaruh aplikasi pembenah tanah terhadap beberapa sifat fisik tanah lapisan atas Ultisol Tanjungan, Lampung Selatan yang ditanami bawang merah. J. Tanah Tropika I(1):16-22.
28. Niswati, A., T. Nuraeny, H. Thalib, S.G. Nugroho. 1993. Perubahan populasi mikroorganisme tanah Ultisol Tanjungan akibat aplikasi limbah cair Monosodium glutamate pada pertanaman bawang merah. J. Pen. Pengb. Wil Lahan Kering 12: 1-9

Publikasi Internasional:
1 Silvia S, T. Miura, K. Nobuhiro, K. Fujie, U. Hasanuddin, A. Niswati, and S.Haryani. 2014. Soil Microbial Biomass and Diversity Amended with Bagasse Mulch in Tillage and No-tillage Practices in the Sugarcane Plantation. Procedia Environmental Sciences 20: 410 – 417
2 Miura, T, A. Niswati, IG Swibawa, S. Haryani. H. Sugito, and N. Kaneko. 2013. No tillage and Bagasse mulching alter fungal biomass and community structure during decomposition of sugarcane leaf litter in Lampung Province, Sumatera, Indonesia. Soil Biology and Biochemistry, in Press.
3 Utomo, M., A. Niswati, Dermiyati, M.R. Wati, E.F.Raguan and S. Syarif. 2010. Earthworm and soil carbon sequestration after twenty one years of continous no-tillage corn-legume rotation in Indonesia. J. Integrated Field Science 7: 51-58.
4 Niswati A., Murase J. and Kimura M. 2005. Effect of Application of Rice Straw and Compost on the Bacterial Communities Associated with Moina sp. in the Floodwater of a Paddy Soil Microcosm: Estimation Based on DGGE Pattern and Sequence Analyses. Soil Sci. Plant Nutr., 51 (4), 567571
5 Niswati A., Murase J. and Kimura M. 2005. Comparison of Bacterial Community Assosiated with Microcrustacean from the Floodwater of a Paddy Field Microcosm: Estimation Based on DGGE Pattern and Sequence Analyses. Soil Sci. Plant Nutr., 51 (2), 281-290
6 Niswati, A., Murase, J., Asakawa S. and Kimura, M. 2004. Analysis of communities of ammonia oxidizers, methanotrophs, and methanogens associated with microcrustaceans in the floodwater of rice field microcosm. Soil Sci. Plant Nutr., 50 (3), 447-455.
7 Niswati, A., Murase, J. and Kimura, M. 2003. Effect of application of rice straw and compost on the community structure of bacteria associated with microcrustaceans in the floodwater of a paddy field microcosm. Soil Sci. Plant Nutr., 49(2), 191-200.
8 Niswati, A., Yamazaki, M., Ikenaga, M., and Kimura, M. 2002. Bacterial communities associated with aquatic organisms in the floodwater of a Japanese paddy field estimated by RFLP pattern analysis. Soil Sci. Plant Nutr., 48 (2), 185-193.
9 Matsumoto, S., Yusnaini, S., and Niswati, A. 2000. Relation to soil animal populations and plant litter decomposition in a tropical region. Edaphologia 65: 55-60.
10 Arif. S., Yusnaini, S., Niswati, A., Setiawan, A., Tuchida, K., Katou, T., Touji, Y., and Nonaka, M. 1999. Population of arbuscular michorrhizal fungi (AMF) by different land use in Sumatra, Indonesia – Comparison of AMF spore numbers in primary forest, secondary forest, fields growing coffee and native grass. Microb. Environ. 14 (1): 9-17
11 Salam, A.K., Sutanto, E., Desvia, Y., Niswati, A., Dermiyati, and Kimura, M. 1999. Activities of soil enzymes in fields continuously cultivated with cassava, sugarcane, and pineapple in middle terrace areas of Lampung Province, south Sumatra, Indonesia. Soil Sci. Plant Nutr. 45 (4): 803-809
12 Lumbanraja, J., Nugroho, S.G., Niswati, A., Ardjasa, W.S., Subadiyasa, N., Arya, N., Haraguchi, H., and Kimura, M. 1998. Methane emission from Indonesian rice fields with special references to the effects of yearly and seasonal variations, rice variety, soil type and water management. Hydrol. Process. 12: 2057-2072

Publikasi Buku:
1 Ainin Niswati. 2010. Potensi Sumber Daya Biota Tanah
sebagai Agensi Pupuk Hayati yang
Ramah Lingkungan. ISBN 978-602-8616-43-0, Unila Press. Bandarlampung.
2 Ainin Niswati. 2014. Fiksasi Nitrogen Secara Hayati. ISBN 978-979-8510-76-2

Book Chapter:
1 Dermiyati and Ainin Niswati. 2014. Improving Biodiversity in Rice Paddy
Fields to Promote Land Sustainability. In: N Kaneko, S. Yoshiura and M. Kobayashi (eds). Sustainable Living with Environmental Risks. Springer Tokyo Heidelberg New York Dordrecht London, pp. 45 – 55, ISBN 978-4-431-54803-4 and ISBN 978-4-431-54804-1 (eBook)
DOI 10.1007/978-4-431-54804-1

garden

Selama menjalani studi, setiap mahasiswa program sarjana, profesi, dan diploma dibimbing oleh seorang pembimbing akademik (PA) yang ditetapkan oleh dekan atas usul ketua jurusan/bagian dan Direktur.

Fungsi PA
1. membantu mahasiswa dalam menyusun rencana studi (RS);
2. membantu mahasiswa dalam mempertimbangkan mata kuliah yang akan diambil sesuai dengan beban sks yang dapat diambil dan memvalidasi RS;
3. memonitor dan mengevaluasi perkembangan studi mahasiswa.

Kewajiban PA
1. menguasai kurikulum program studi yang diikuti oleh mahasiswa;
2. mengenal situasi akademik jurusan/bagian yang terkait;
3. mengetahui berbagai program kemahasiswaan;
4. menetapkan dan mengumumkan jadwal pembimbingan;
5. melayani mahasiswa bimbingan dengan sebaik-baiknya;.
6. melapor kepada ketua atau sekretaris jurusan/bagian bila meninggalkan tugas;
7. memiliki catatan hasil pemantauan mahasiswa bimbingan

Wewenang PA
1. memberi nasihat;
2. memberi peringatan bila mahasiswa melakukan pelanggaran;
3. membantu mengatasi masalah (masalah studi atau pribadi) yang menghambat kelancaran studi;
4. membantu mengatasi kesukaran mahasiswa dalam studi;
5. meneruskan permasalahan mahasiswa yang bukan wewenangnya kepada yang berwenang untuk menangani masalah tersebut;
6. memberi bimbingan bagi mahasiswa dalam memecahkan masalah studi atau masalah pribadi;
7. merekomendasikan mahasiswa bimbingan untuk berkonsultasi kepada tim penasihat mahasiswa(TPM)apabila diperlukan.

Dari: buku Peraturan Akademik Unila

Berita Edukasi tanggal 2 Mei 2013 dari Surat Kabar Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dosen yang mengajar diminta lebih sering menggunakan jurnal sebagai referensi.

Dirjen pendidikan tinggi Joko Santoso mengatakan, penggunaan buku sebagai referensi mengajar dianggap kurang update sehingga perlu diganti atau dibarengi dengan jurnal.

“Kalau dosen yang mengajar referensinya pakai buku itu sudah kuno, harusnya pakai jurnal,” ujar Joko, di hadapan para rektor dan pejabat kampus dalam talkshow Telkom Smart Campus Award (TeSCA), Selasa (1/5) malam.

Joko mengatakan, secara umum dosen yang mengajar menggunakan jurnal akan lebih mengangkat prestasi atau peringkat perguruan tinggi dibandingkan dosen yang mengajar dengan panduan buku.

“Sering pakai jurnal pasti akan naik peringkatnya,” ujar dia.

Jurnal ilmiah berisi penelitian-penelitian masa kini. Jurnal bisa diperoleh melalui internet. Daya saing perguruan tinggi, kata Joko bisa ditinggkatkan dengan memanfaatkan akses Information, Communication and Technology (ICT), salah satunya untuk memperoleh jurnal yang terbaru.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Hazliansyah

DSC01606

Menyalin dari Dr. Wim Meester (Senior Product Manager Scopus) bahwa jurnal akan terindeks di Scopus apabila sudah benar-benar berkualitas tinggi. Bagaimana dengan jurnal pertanian, terlebih-lebih yang ‘submit’ ke dua jurnal terakreditasi di Unila? Sangat sedikit naskah berkualitas yang masuk. Sedangkan terindeks atau tidak sangat tergantung pada kebaruan, standar penulisan, dan sebagainya yang sangat sering belum difahami oleh para peneliti kita.

Bagaimana isi naskah diseleksi oleh Scopus? Scopus terus mengindeks karya-karya ilmiah dari luar negeri, tetapi “More expansive coverage does not mean lower standar”. Judul akan diseleksi oleh tim independen yang menamakan dirinya sebagai “The Independent Content Selection & Advisory Board (CSAB).

Focus on quality through selection by independent CSAB, because:
1. Provide accurate and relevant search results users
2. No dilution of search results by irrelevant or low quality content
3. Support that Scopus is recognized as authoritative
4. Support confidence that Scopus is “reflecting the trith”
5. Assurance that titles selected by Scopus meet the highest ethical standards.

Dan masih banyak lagi syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Jurnal terbitan Indonesia yang terindeks di Scopus per Maret 2013
1. Acta Medica Indonesia
2. Biotropica
3. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis
4. Critical Care and Shock
5. Gajah Mada International Journal of Business
6. Indonesian Journal of Geography
7. Indonesian Quarterly
8. International Journal on Electrical Engineering and Informatics
9. ITB Journal of Engineering Science
10. ITB Journal of Information and Communication Technology
11. ITB Journal of Science
12. Nutrient Bulletin

Dari yang sedikit jurnal yang terindeks tersebut tidak semuanya terakreditasi Dikti atau LIPI. Kapan kita dapat terindeks di Scopus? dan kapan lagi untuk terindeks oleh Web of Knowledge Thomson Reuters???

Rahasia dari Dalam Tanah Kotor

All participant

A Biochar Workshop in Bogor, Indonesia

An Indonesian National Workshop on “Biochar for future food security: Learning from experiences and identifying research priorities” took place 4-5 February 2013. The workshop was held at the Food Crop Center of Agricultural Research & Development Agency, on Jalan Merdeka Bogor. The workshop on biochar was done in collaboration among IRRI, JIRCAS, and the Agricultural Research & Development Agency.

The speakers were from the Technicality Center for Forestry and Forest Products of Agricultural Research and Development Agency, the Agricultural Research Institute of Land Swamp (Balittra), the Environmental Research Institute of Agriculture, the Climate Change and Policy Center, the Agricultural Library and Technology Dissemination Center, the International Rice Research Institute (IRRI), Hokkaido University Japan, the University of Brawijaya, the University of Lambung Mangkurat, the University of Tribhuwana Tunggadewi, the University of Lampung, and the University of Mataram. Several speakers have joined the Biochar Association of Indonesia (ABI).

There were 14 topics presented at the event, specifically:

The key concept of sustainable food production and restoration of degraded environment by increasing soil fertility using biochar;
The state of the art of biochar and activated carbon research in Indonesia;
The effect of activated carbon urea on POPs residue in mustard cropping;
The role and use of activated carbon to control insecticide residues in agricultural sectors;
Biochar technology manufacturing plants for forestry and agriculture;
The use of biochar to improve soil characteristics and increase of rice yield in swampland;
Greenhouse gas emissions in production and use of biochar in peat lands of Kalimantan;
Nitrogen fertilizer requirements of maize on soil with three years of biochar applications;
Changes in water retention, water use efficiency and aggregate stability following biochar application on maize cropping systems on sandy Soils of the tropical semiarid of Lombok, Eastern Indonesia;
The residual effects of biochar and addition of new organic fertilizer to the absorption and efficiency of nitrogen fertilization on maize;
Biochar on acid mineral soil improving soil quality and crop yield ;
Changes in same soil properties by application of biochar;
An economic analysis of biochar application on agro forestry systems; and
Effectiveness of rice husk derived biochar on Lowland Rice.

The event ended with the submission of the group discussions results on crop production and its impact on the environment as well as the biochar production and links to national policy.

The publication of articles will be made by IRRI after each speakers fill the publishing agreement. The participants and/or the workshop committees are Prof. Mitsuru Osaki, Dr. Keiichi Hayashi, Prof. Dr. Ir. Hadi Utomo Wani, Prof. Dr. Gustan Pari, M.Si, Prof. Ainin Niswati, Dr. Gani, Dr. Abdul Hadi, Ms. Elisabeth Srihayu Harsanti, Dr. Asep Nugraha Ardiwinata, Dr. Dedi Nursyamsi Affandi, Dr. Laela Neneng Nurida, Dr. Ir. Sukartono, M. Agr, Dr. Ir. Widowati, M.P, Dr. Eni Maftuah, Mr. Rachman Effendi, Dr. Zulkifli Zaini, Dr. Ir. Results Sembiring, M.Sc, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc, Dr. Hendrik Segah, Ir. Hardono, Dr. Argo Nuning Subeki, Ir. Etty Herath, M.Si, Ms. Diah Wurjandari Soegondo, Mr. Iwan Adidarmawan, and Ms. Iris Bugayong.

In addition to the workshop, the Biochar Association of Indonesia (ABI) also held a meeting at the Santika Hotel, Bogor, on 4 February 2013. The ABI meeting was to elect the Chairman of the Biochar Association of Indonesia. The participants agreed to elect Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo as General Chairman and Prof. Dr. Gustan Pari, M.Si as Chairman I. Furthermore, within three months the board of management of ABI will be completed. In 2013, ABI will compose the Articles of Association and Bylaws, Main Tasks and Functions (TUPOKSI), and Work program of ABI. The ABI Secretariat is housed at University of Tribhuwana Tunggadewi, Jalan Telaga Warna Block C, Tlogomas, Malang, East Java, Indonesia. Information of ABI has been linked to International Biochar Initiative (IBI) by http: www.biochar-international.org/regional/Indonesia and www.biochar-international.org/network/communities.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini juga masih dilakukan UN bagi siswa SLTA yang juga melibatkan perguruan tinggi dan kepolisian. Kita disibukkan lagi dengan tugas-tugas yang kadang-kadang membuat kita miris. Tahun ini terjadi beberapa perubahan, terutama dalam hal tipe soal dan kewenangan perguruan tinggi. Pada waktu lalu tiap kelas memiliki beberapa tipe, misalnya A, B, D, dan C yang disinyalir telah sedemikian sehingga masih terjadi kebocoran di sana sini. Tahun ini akan terjadi 20 tipe soal, sehingga setiap siswa akan menjawab soal yang berbeda dengan teman-teman se ruangan. Kali ini, khabarnya, tidak menggunakan tipe A, B, atau C, tetapi telah menggunakan barcode sehingga agak kerepotan untuk para tim sukses bekerja. Akankah ada akal lain yang akan dilakukan oleh ‘mereka’ yang ingin siswanya lulus. Mirisnya, sedemikian parahkah mental para siswa dan ‘pendidik’ pada masa kini sehingga untuk ujian saja tidak ada saling percaya. Sebab walau bagaimanapun kecurangan yang dilakukan pada saat anak masih belia akan terbawa terus sampai dewasa, tua, dan dibawa mati. Mestinya walaupun tidak ada yang mengawas sekalipun, anak-anak dan ‘guru’ sudah dapat jujur sejak dini, jujur pada diri sendiri dan kesatria. Kalau jelek ya jelek, kalau bagus ya bagus, yang penting jujur. Saat ini hal seperti itu sudah hilang, sirna, raib terkikis zaman yang semakin “eduan”. Makanya, CC-TV ada di setiap lokasi, pojok gedung, tetapi Allah Maha Melihat, yang CC-TV-nya tidak tak terbatas, inlimited. Wallahualam Bishawab…