Archive for May 2013

Berita Edukasi tanggal 2 Mei 2013 dari Surat Kabar Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dosen yang mengajar diminta lebih sering menggunakan jurnal sebagai referensi.

Dirjen pendidikan tinggi Joko Santoso mengatakan, penggunaan buku sebagai referensi mengajar dianggap kurang update sehingga perlu diganti atau dibarengi dengan jurnal.

“Kalau dosen yang mengajar referensinya pakai buku itu sudah kuno, harusnya pakai jurnal,” ujar Joko, di hadapan para rektor dan pejabat kampus dalam talkshow Telkom Smart Campus Award (TeSCA), Selasa (1/5) malam.

Joko mengatakan, secara umum dosen yang mengajar menggunakan jurnal akan lebih mengangkat prestasi atau peringkat perguruan tinggi dibandingkan dosen yang mengajar dengan panduan buku.

“Sering pakai jurnal pasti akan naik peringkatnya,” ujar dia.

Jurnal ilmiah berisi penelitian-penelitian masa kini. Jurnal bisa diperoleh melalui internet. Daya saing perguruan tinggi, kata Joko bisa ditinggkatkan dengan memanfaatkan akses Information, Communication and Technology (ICT), salah satunya untuk memperoleh jurnal yang terbaru.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Hazliansyah

DSC01606

Menyalin dari Dr. Wim Meester (Senior Product Manager Scopus) bahwa jurnal akan terindeks di Scopus apabila sudah benar-benar berkualitas tinggi. Bagaimana dengan jurnal pertanian, terlebih-lebih yang ‘submit’ ke dua jurnal terakreditasi di Unila? Sangat sedikit naskah berkualitas yang masuk. Sedangkan terindeks atau tidak sangat tergantung pada kebaruan, standar penulisan, dan sebagainya yang sangat sering belum difahami oleh para peneliti kita.

Bagaimana isi naskah diseleksi oleh Scopus? Scopus terus mengindeks karya-karya ilmiah dari luar negeri, tetapi “More expansive coverage does not mean lower standar”. Judul akan diseleksi oleh tim independen yang menamakan dirinya sebagai “The Independent Content Selection & Advisory Board (CSAB).

Focus on quality through selection by independent CSAB, because:
1. Provide accurate and relevant search results users
2. No dilution of search results by irrelevant or low quality content
3. Support that Scopus is recognized as authoritative
4. Support confidence that Scopus is “reflecting the trith”
5. Assurance that titles selected by Scopus meet the highest ethical standards.

Dan masih banyak lagi syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Jurnal terbitan Indonesia yang terindeks di Scopus per Maret 2013
1. Acta Medica Indonesia
2. Biotropica
3. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis
4. Critical Care and Shock
5. Gajah Mada International Journal of Business
6. Indonesian Journal of Geography
7. Indonesian Quarterly
8. International Journal on Electrical Engineering and Informatics
9. ITB Journal of Engineering Science
10. ITB Journal of Information and Communication Technology
11. ITB Journal of Science
12. Nutrient Bulletin

Dari yang sedikit jurnal yang terindeks tersebut tidak semuanya terakreditasi Dikti atau LIPI. Kapan kita dapat terindeks di Scopus? dan kapan lagi untuk terindeks oleh Web of Knowledge Thomson Reuters???