Paul Timotiwu akan Memperbanyak Guru Besar dan Doktor

Sebentar lagi Universitas Lampung akan menggelar suksesi rektor. Saat ini, tiga guru besar sudah terjaring sebagai bakal calon orang nomor satu di perguruan tinggi negeri kebanggaan Lampung tersebut. Tribun Lampung menurunkan profil ketiganya secara berseri.

TIDAK ada persiapan khusus yang dilakukan Paul Benyamin Timotiwu menjelang pemilihan rektor Unila. “Tidak ada yang terlalu spesial atau khusus. Tapi bagaimanapun juga pasti ada persiapan,” kata Paul Timotiwu, Minggu (24/7).

Jika kelak terpilih pun, ketua jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian ini tidak akan mengubah apa-apa yang sudah dirumuskan dalam rencana strategis (renstra) Unila. Baginya, apa yang sudah ditetapkan dalam renstra, sudah baik. “Tinggal bagaimana kita mengakselerasi agar Unila bisa mencapai visi yang diinginkan pada 2025 melalui program-program yang akan ditawarkan nanti,” tandas Paul.

Unila pun sudah memiliki RPJP 2005-2025 sebagai dasar untuk bekerja. Selanjutnya tinggal membaginya dalam beberapa tahapan untuk pencapaian RPJP tersebut. Untuk 2011-2015, menurut Paul, mesti lebih difokuskan pada penguatan layanan pendidikan yang dapat terukur, akuntabel, dan transparan.

Dengan begitu, nantinya semua program dapat dilihat kemajuannya sesuai perencanaan. Semua kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan. Civitas akademika Unila dan masyarakat umum bisa mengetahui program-progaram apa saja yang terlaksana selama ia memimpin.

Paul menilai, Unila saat ini sudah banyak berkembang. Misalnya, meningkatnya jumlah guru besar dan terakreditasinya sejumlah program studi. “Tapi harus lebih meningkat lagi dalam empat tahun ke depan, khususnya untuk mendapatkan akreditasi yang bagus di setiap program studi, sehingga meningkat juga akreditasi institusi,” paparnya.

Paul bertekad menjadikan Unila sebagai institusi pendidikan yang dapat dibanggakan di tingkat regional, nasional, dan dikenal secara internasional. Untuk mencapai sumuanya memang tidak bisa dalam waktu singkat. “Tetapi dengan perencanaan yang baik, mudah-mudahan tekad ini bisa tercapai,” ujarnya.

Paul juga ingin memajukan program magister sebagai pijakan agar nanitnya Unila bisa menuju research university. Untuk mewujudukannya, salah satunya adalah mendorong semakin banyaknya guru besar dan doktor.

Ia bersyukur, dalam kepemimpinannya sebagai kajur, Unila mendapatkan program I-MHERE yang merupakan hibah Bank Dunia untuk perbaikan manajemen institusi dan program studi. Dengan program ini skala prioritas yang menggambarkan kemajuan umum Unila bisa diketahui. Manajemen institusi pun terasa lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Untuk program studi, dengan I-MHERE, Unila memiliki kelas-kelas pembelajaran yang baik bagi mahasiswa karena adanya media pembelajaran yang dilengkapi IT hingga TV satelit.

Melalui I-MHERE, para dosen dapat dimagangkan ke luar negeri untuk meningkatkan wawasan dan kompetensinya. “Dengan I-MHERE, masyarakat yang kurang mampu tetapi layak kuliah di Unila, bisa mendapatkan beasiswa sekaligus dibebaskan SPP- nya,” terus Paul. “Tindakan korupsi pun bisa dilacak dengan IT.  Jika transparan, akan terlihat lalu lintas keuangan dan peruntukannya.” (ekw)

Dr Ir Paul Benyamin Timotiwu MS
– Isteri Myreshka ST MSc.
– Anak 2 orang
– Orangtua TT Timotiwu (alm. dan Netty TML Tobing
– Rumah Jl Tebet Timur IV 23, Tebet, Jakarta Selatan
– Lahir Tanjungkarang, 28 September 1962

source : Tribun Lampung

This entry was posted in External. Bookmark the permalink.