NIDN, NIDK, NUP dan Usia Pensiun Dosen

15607_33512_KEMENRISTEKDIKTI

M. Nasir saat meluncurkan sistem registrasi NIDK di Jakarta (Sumber: Kendari Pos)

 

 

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., kembali meluncurkan terobosan di dunia pendidikan Tinggi. Sebagaimana yang dilansir oleh Kendari Pos, bahwa Kemenristekdikti mengeluarkan peraturan baru terkait  Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) dan Nomor Urut Pendidik (NUP) dan usia pensiun dosen. Hal senada juga diberitakan oleh Jawa Pos.

Peraturan NIDK dan NUP sebenarnya telah diatur dalam Permenristekdikti No. 26 Tahun 2015 tentang Registrasi Pendidik pada Perguruan Tinggi. Peraturan ini juga menyebutkan tentang perbedaan NIDK dan NUP dengan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Permenristekdikti No. 26 Tahun 2015 dapat diunduh di sini >> permenristekdikti-26-2015.

Menurut peraturan tersebut NIDN didefinisakn sebagai nomor induk yang diterbitkan oleh Kementerian untuk dosen yang bekerja penuh waktu dan tidak sedang menjadi pegawai pada satuan administrasi pangkal/instansi lain, sedangkan NIDK adalah nomor induk yang diterbitkan oleh Kementerian untuk dosen yang diangkat perguruan tinggi berdasarkan perjanjian kerja. Selanjtnya NUP adalah nomor urut yang diterbitkan oleh Kementerian untuk Dosen, Instruktur, dan Tutor yang tidak memenuhi syarat diberikan NIDN atau NIDK. Definisi dosen, instruktur dan tutor juga diatur dalam Permenristekdikti No. 26 Tahun 2015 pasal 1.

Laman Kopertis III mencantumkan tatacara memperoleh NIDK dan NUP sebagai berikut,

3e8e8d42-5bb6-445d-af78-bfea75ffcea8

Tata Cara Memperoleh NIDK dan NUP (Sumber: Kopertis III)

 

Adanya kebijakan NUP dan NIDK ini diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki rasio dosen:mahasiswa yang kebanyakan belum ideal.

“Adapun jumlah program studi di lembaga lainnya yang juga kekurangan dosen adalah sebanyak 2.583 prodi. Jadi jika dijumlahkan dengan prodi yang ada di bawah kemenristek dikti, adalah terdapat 8.649 prodi yang kekurangan dosen,” ujar M. Nasir (Sumber: Pikiran Rakyat)

Selain mengatur tentang NIDN, NIDK dan NUP, Permenristekdikti No. 26 Tahun 2015 juga mengatur usia pensiun dosen. Bagi dosen yang sudah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) yang teregistraasi pada PUPNS mendapat batas waktu mengajar hingga 65 tahun untuk nonprofesor dan 70 tahun bagi yang bergelar profesor. Sementara untuk dosen yang teregistrasi pada NIDK, bisa diperpanjang hingga usia 70 tahun bagi nonprofesor, serta 79 tahun untuk profesor. Sedangkan bagi yang terdaftar pada NUP, tidak dibatasi umurnya.

 

You can leave a response, or trackback from your own site.