Potensi Kesenian Bali sebagai Aset Pengembangan Ekonomi Kreatif Wisata Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas Di Kabupaten Lampung Timur

Potensi Kesenian Bali sebagai Aset Pengembangan Ekonomi Kreatif Wisata Desa
Penyangga Taman Nasional Way Kambas Di Kabupaten Lampung Timur

Priyambodo, Nuning Nurcahyani, Eka Sulpin Ariyanti, dan Haidawati

ABSTRAK

Kerusakan hutan primer di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menyebabkan beberapa satwa penghuninya bergerak ke luar area taman nasional dan merusak lahan pertanian warga. Kerusakan lahan pertanian menimbulkan kerugian dan keresahan masyarakat desa penyangga TNWK. Salah satu program kegiatan tim Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (FMIPA Unila) yang tergabung dalam Konsorsium AleRTUnila di
bawah program kegiatan Tropical Forest Conservation Action-Sumatera (TFCA-Sumatera) adalah memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk
mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai sumber pendapatan warga.
Pendampingan bertujuan untuk mengoptimalkan potensi kesenian Bali di dusun
Gunung Agung desa Braja Harjosari kecamatan Braja Selebah sebagai modal
dasar wisata desa. Pilar wisata desa di dusun Gunung Agung ditopang oleh
kegiatan pementasan dan pembelajaran kesenian Bali kepada wisatawan dengan
didukung adanya homestay dan paket wisata desa yang lain.

Kata kunci: TNWK, kesenian Bali, wisata desa

 

Full paper silakan unduh di sini: Potensi Kesenian Bali sebagai Aset Pengembangan Ekonomi Kreatif Wisata Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas Di Kabupaten Lampung Timur

Both comments and pings are currently closed.