Penulisan Gelar Kesarjanaan

BAGAIMANA MENULISKAN GELAR KESARJANAAN YANG BENAR?

Oleh: R. Gunawan Sudarmanto

Sebagaimana kita pahami bersama bahwa masih banyak masyarakat (akademik) yang belum memahami dengan benar bagaimana cara menuliskan gelar kesarjanaan yang telah diraihnya.  Kesalahan dalam penulisan gelar kesarjanaan tersebut akan membuat masyarakat umum atau khususnya masyarakat akademik menjadi simpang siur dan bingung.  Berkaitan dengan hal tersebut Menteri Pendidikan Nasional telah mengeluarkan Kepmen tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi.

Keputusan Menteri tersebut dikeluarkan sebagai pelaksanaan ketentuan Bab VII Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, guna mengatur penetapan jenis gelar dan sebutan sesuai dengan kelompok bidang ilmu.  Untuk menjunjung tinggi Keputusan Menteri tersebut rasanya sangat perlu bagi kita untuk memahami dengan benar tentang bagaimana menuliskan Gelar kesarjaan yang telah diraihnya.

Dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 178/U/2001 Pasal 2 ayat 1 s/d 3 dinyatakan bahwa (1) Penetapan jenis gelar akademik dan sebutan profesional didasarkan atas bidang keahlian. (2) Bidang keahlian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) untuk gelar akademik merupakan program studi. (3) Bidang keahlian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) untuk sebutan profesional merupakan program studi.

Berdasarkan pada Pasal 2 ayat (1), (2), dan (3) tersebut secara jelas dinyatakan bahwa penetapan gelar akademik didasarkan pada bidang keahlian dan yang dimaksud bidang keahlian pada ayat (1) terserbut adalah program studi.  Oleh karena itu, jelas bahwa sebutan gelar akademik yang semestinya dicantumkan atau dituliskan adalah program studi bukan konsentrasi yang ada pada program studi tertentu.  Konsekuensi yang terjadi apabila penggunaan atau penulisan gelar didasarkan pada konsentrasi yang ada pada suatu program studi, maka program studi tertentu yang memiliki beberapa konsentrasi akan memiliki sebutan gelar kesarjanaan sebanyak konsentrasi yang dimilikinya.  Apabila hal itu tidak dilakukan (penggunaan gelar sebanyak konsentrasi yang ada padda program studi) maka jelas terjadi inkonsistensi pada lembaga yang bersangkutan.  Kondisi tersebut tentu tidak sesuai dengan semangat pada Kepmen Nomor 178/U/2001 tersebut.

Untuk melihat secara rinci tentang bagaimana bunya setiap pasal yang terdapat Kepmen No. 178/U/2001 dapat diklik pada bagian ini; Kepmen178-U-2001GelarLulusanPT