Deskripsi Diri untuk Sertifikasi Dosen Tahun 2010

DESKRIPSI DIRI UNTUK SERTIFIKASI DOSEN TAHUN 2010

Dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, dosen merupakan salah satu komponen pokok yang menentukan kemana mahasiswa akan diarahkan.  Dosen memiliki peran, tugas, dan tanggungjawab sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan di perguruan tinggi.  Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh dosen, diharapkan dapat mencerdaskan mahasiswa, meningkatkan kualitas perguruan tinggi tempat bekerja, baik dalam hal iman, ketakwaan, akhlak mulia, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur, dan beradab. Untuk dapat melaksanakan fungsi, peran, tanggungjawab, dan kedudukan strategis tersebut, sangat diperlukan dosen yang profesional.

Sebagaimana dinyatakan pada Bab 1 Pasal 1 ayat 2 UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dosen dinyatakan sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.  Selanjutnya pada ayat 4 dinyatakan, profesional dinyatakan sebagai pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.  Pada pasal yang sama ayat 10 dijelaskan bahwa kompetensi tenaga pendidik, khususnya dosen, diartikan sebagai seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diwujudkan oleh dosen dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

Guna menyatakan apakah seorang dosen telah profesional atau belum perlu dilakukan sertifikasi secara nasional yaitu suatu proses pemberian sertifikat sebagai pendidik untuk guru dan dosen.  Sertifikasi Dosen merupakan kerjasama beberapa lembaga yang terlibat dalam proses ini antara lain (1) Depdiknas/Dikti, (2) Perguruan Tinggi Pengusul dosen calon peserta sertifkasi, (3) PTP-Serdos, dan (4) Kopertis (khusus untuk PTS).  Program ini merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan memperbaiki kesejahteraan dosen, dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi.

Sertifikasi dosen merupakan program yang dijalankan berdasar pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah R.I No. 37 Tahun 2009 tentang Dosen dan Peraturan Mendiknas RI Nomor 47 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Pendidik Untuk Dosen Proses penilaianan akhir portopolio dilakukan oleh asesor, yang diusulkan oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi dosen setelah mengikuti pembekalan sertifikasi, dan mendapatkan pengesahan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.  Beberapa hal yang harus dipenuhi dalam penyusunan portofolio sertifikasi dosen untuk angkatan 2010 berupa (a) penilaian dari mahasiswa, (b) penilaian dari teman sejawat, (c) penilaian dari atasan, (d) penilaian dari dosen yang bersangkutan (yang mengajukan serdos), dan (e) deskripsi diri.  Unsur-unsur sebagaimana yang dimaksud pada poin (a), (b), dan (c) semuanya diserahkan dari penilai kepada yang dinilai dalam kondisi tertutup sehingga dosen yang dinilai tidak mengetahui berapa skor yang diberikan untuk setiap unsurnya.  Unsur deskripsi diri dibuat secara naratif oleh dosen yang bersangkutan sesuai dengan aktivitas yang dilakukan selama menjadi dosen.  Adapun bentuk dan isi deskripsi diri yang telah penulis buat saat mengajukan sertifikasi dapat di akses pada bagian berikut ini; 05. Deskripsi Diri Dosen