GSMS dan Geliat Seniman Mempertahankan Seni Budaya Lampung di Tengah Pandemi

Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) adalah program Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan oleh seniman di berbagai daerah di Indonesia. Program ini dijalankan oleh seniman dengan cara memberikan pembelajaran kesenian pada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK). Provinsi Lampung juga merupakan salah satu elemen yang ikut berkontribusi mendistribusikan gerakan ini, dimulai sejak munculnya GSMS hingga di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Banyak seniman tradisi yang terkena pandemi Covid-19, tetapi tidak menghalangi niat Pemerintah Daerah Provinsi Lampung untuk terus menyelenggarakan program ini. Dengan demikian para seniman juga ikut terbantu untuk mempertahankan eksistensinya. Itu menunjukkan bahwa kesenian Lampung menjadi salah satu prioritas utama dalam memajukan kebudayaan.

Di Lampung, pelaksanaan GSMS dimulai sekitar bulan Juli hingga September 2021. Bertepatan dengan kondisi PPKM level 1, segala kegiatan pembelajaran atau latihan dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Jika di tahun-tahun sebelumnya program dilakukan dengan luaran (output) pertunjukan, saat ini pertunjukan hanya berbentuk  dokumen audio-visual yang diunggah ke panitia GSMS pusat. Sapril Yamin (Rajo Gamolan), salah satu pelatih GSMS di SMAN 6 Metro mengatakan “… walaupun dilakukan dengan segala keterbatasan dan penyesuaian, kita tetap melakukan latihan dengan prokes yang ketat.”Sapril Yamin menambahkan “… GSMS kali ini bukan berbentuk lomba, tetapi lebih kepada sosialisasi seni tradisional kepada para pelajar.” Jika di tahun-tahun sebelumnya pelatih dan asisten total berjumlah dua orang yang berasal dari kalangan seniman. Saat ini asisten pelatih berasal dari unsur sekolah, yakni guru khusus yang mendampingi siswa dalam berlatih. Ia kembali menceritakan bahwa para siswa peserta GSMS di SMAN 6 Metro umumnya berlatarbelakang etnis Jawa, tetapi mereka dapat menerima dan mempraktikan materi dengan sangat baik.

Sapril Yamin atau lebih dikenal dengan “Mamal Lil” merupakan salah satu seniman penggiat gamolan pekhing dari bumi Sekala Brak, Lampung Barat. Ia memiliki strategi yang menarik dalam menyelenggarakan kegiatan GSMS di SMAN 6 Metro, yakni memadukan rumpun kesenian Jawa dengan Lampung. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi para siswa yang sebagian besar berasal dari etnis Jawa. Selain itu, para siswa dapat menjadi agen budaya di komunitasnya masing-masing. Sapril Yamin mencoba menyatukan kesenian jaranan dengan sastra lisan Lampung (wawancan). Dia berharap, dengan mamadukan kesenian-kesenian yang ada di Lampung dapat meningkatkan kesadaran kebhinekaan, khususnya bagi masyarakat Lampung yang dikenal dengan “Sai Bumi Ruwa Jurai.”

About riyanhidayat 106 Articles
Musician, Music Instructor, Art Researcher, Lecturer