STUDI KEBUDAYAAN UNTUK PENDIDIKAN SENI DI LAMPUNG

Oleh: Riyan Hidayatullah

Dosen Prodi Pendidikan Musik FKIP Unila

Setiap orang tentunya sepakat jika kebudayaan adalah salah satu elemen penting yang perlu dipertahankan. Upaya untu mewujudkan itu sering kali ditempuh melalui berbagai cara, misalnya membuat berbagai kebijakan yang berproyeksi pada pemertahanan budaya, serta melakukan studi-studi. Tetapi proses pelaksanaan cita-cita mulia itu tidak selamanya berjalan dengan mulus. Sering kali budaya hanya menjadi motto atau slogan yang  kerap muncul pada tema program dan visi misi kelembagaan. Sehingga perlu dimunculkan upaya-upaya serius yang secara khusus merefleksikan studi tentang budaya agar lebih bermakna dan memiliki rasionalisasi.

Orang Lampung memiliki jenius lokal yang sangat kuat. Hal itu dapat terlihat dari aspek bahasa, agama, organisasi adat, keberagaman etnis, hingga kesenian. Selama ini kebudayaan Lampung sudah jauh berkembang, bahkan mulai diterima mata internasional. Salah satu faktor penentunya adalah kemampuan untuk membaca dan menerjemahkan secara estetis realitas budaya ke dalam artefak seni. Kepekaan dan keterampilan estetis hanya dimiliki oleh orang-orang yang bercitarasa seni serta mampu menuangkan imajinasinya ke dalam bentuk-bentuk artistik. Artinya, hanya orang-orang memiliki jiwa ‘seni’-lah yang mampu mengartikulasikan budaya Lampung lengkap dengan nilai artistiknya. Orang yang memiliki jiwa seni mampu merekatkan artefak dan nilai-nilai kebudayaan Lampung agar lebih bermakna, mudah terbaca khususnya bagi generasi muda ke depan. Dengan demikian studi tentang seni perlu menjadi wacana kritis seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah, agar lebih memberikan dampak yang besar terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan Lampung. Sebaliknya, studi tentang kebudayaan juga perlu berkontribusi pada keberlangsungan kesenian Lampung. Inilah yang harus menjadi salah satu pemikiran bersama di mana kebudayaan dan kesenian dapat terus bersinergi.

Di dalam kebudayaan Lampung terdapat banyak praktik-praktik sosial dan nilai-nilai kearifan lokal yang tinggi. Misalnya nengah nyappur dan sakai sambayan dalam pi’il pesenggiri yang mengandung nilai kebersamaan. Jika konsep ini ditarik ke dalam wilayah seni dan kependidikan seni, maka akan menjadi model pendidikan seni yang berbasis kebudayaan. Filosofi pendidikan seninya diambil dari nilai dan norma yang berlaku di masyarakat Lampung.

Peran kebudayaan terhadap pendidikan seni di Lampung dapat dimulai dengan melakukan studi-studi etnografi. Penelitian etnografi ini bisa dikatakan sangat penting karena berkaitan dengan penggalian informasi-informasi yang ada di masyarakat. Kajian tentang praktik pertunjukan musik di salah satu pekon atau desa dapat menjadi wacana yang menarik. Melalui praktik pertunjukan itu dapat digali banyak informasi lainnya, seperti  sistem pewarisan, media pembelajaran, strategi pengajaran, hingga bentuk manajerialnya. Praktik seni dan pertunjukan di masyarakat dapat berkontribusi pada studi pendidikan seni di lembaga formal dan non-formal. Studi kebudayaan tentang Lampung dapat menjadi langkah awal untuk membuka jalan sekaligus masuk lebih dalam tentang cara masyarakat berkesenian.

About riyanhidayat 106 Articles
Musician, Music Instructor, Art Researcher, Lecturer