Belajar Teori Musik

Teori musik adalah seperangkat sistem pengetahuan yang digunakan oleh musisi atau pembelajar musik untuk berkomunikasi. Teori musik mempelajari tentang definisi, konsep, notasi atau simbol-simbol musik, sejarah, cara melatih kepekaan pendengaran, dan lain-lain. Setelah seseorang mempelajari teori musik, sistem pemikiranya mampu menangkap dan menerjemahkan berbagai fenomena musikal, misalnya menafsirkan sebuah komposisi musik.

Teori musik yang paling dasar umumnya mempelajari unsur-unsur musik yang paling esensial, seperti: melodi, harmoni, dan ritmik. Unsur-unsur dasar ini dapat ditemui pada sebuah komposisi, lagu, tempo, not, akor, tanda birama, interval, tangga nada, dan masih banyak lagi. Selain itu, elemen pembentuk musik lainnya seperti: pitch, tone, warna suara (timbre), dinamika, tekstur juga ikut dipelajari.

Bagaimana Cara Belajar Teori Musik?

Mempelajari teori musik seperti menyelami lautan yang dalam dan terdapat berbagai elemen yang sangat kompleks. Selain sekadar mempelajari notasi, teori musik sebenarnya sebuah kajian yang sangat luas melibatkan sebagai disiplin ilmu (musik), praktik, dan konseptualisasinya. Tetapi, ada beberapa elemen penting yang wajib diketahui oleh setiap pembelajar, meliputi tiga hal, yakni: melodi, harmoni, dan ritmik. Dengan mempelajari (minimal) ketiga konsep ini dapat membantu pembelajar memahami materi ke level selanjutnya.

Melodi

Melodi adalah sekumpulan nada yang tersusun ke dalam sebuah frase musik. Ketika nada-nada dirangkai dan membentuk sebuah melodi, maka pola-pola bunyi tertentu akan terbentuk sehingga mudah untuk dikenali. Melodi dapat diproduksi dengan menggunakan alat musik atau vokal manusia. Ketika dua nada atau lebih disusun maka akan membentuk sebuah deretan nada yang khas. Sebuah komposisi atau lagu umumnya terdiri dari beberapa bentuk melodi yang diulang-ulang.

Melodi terdiri dari dua elemen utama, yakni pitch (nada) dan ritmik. nada atau picth merupakan tinggi rendahnya suara. Itu dihasilkan dari getaran sebuah instrumen musik dengan frekuensi tertentu. Dengan kata lain, tinggi rendahnya suara sangat ditentukan oleh frekuensinya. Nada hanya memproduksi sebuah suara tunggal. Misalnya nada C saja atau A saja. Setelah nada demi nada disusun barulah akan membentuk sebuah melodi.

Ritmik atau durasi adalah lamanya sebuah nada akan berbunyi. Ini berkaitan dengan nilai ketukan, mulai dari nada atau not bernilai empat ketuk (the whole notes), not setengah (half notes), not seperempat (quarter notes), dan lain-lain.

Harmoni

Harmoni adalah serangkaian nada atau suara yang dimainkan secara bersamaan untuk menghasilkan suara tertentu. Tujuan penggabungan nada-nada tersebut adalah membentuk suara baru yang memiliki karakteristik yang khas. Misalnya, ketika nada C, E, dan G dipadukan maka membentuk karakter suara khas yang disebut C Mayor. C Mayor merupakan akor dan salah satu contoh kecil dari harmoni yang sederhana. Akor juga sering disebut sebagai harmoni, karena tersusun  dari beberapa nada yang membentuk karakter suara yang khas. Akor kemudian dikembangan menjadi progresi akor, isinya berupa susunan berbagai akor. Akor dan progresi akor bisa dikatakan juga sebagai pengiring (accompaniment) yang mendukung sebuah melodi. Setelah melodi dipadukan dengan harmoni (progresi akor) maka membentuk sebuah komposisi musik atau lagu. Paduan suara adalah salah satu contoh penerapan harmoni dalam musik. Suara sopran, tenor, alto, dan bas dipadukan dengan tujuan membentuk sebuah struktur harmoni atau akor tertentu. Harmoni tidak selalu enak untuk didengar, ada harmoni disonan dan konsonan. harmoni disonan berisi nada-nada yang saling bertegangan dan tidak stabil. Suaranya cenderung tidak enak didengar atau asing untuk diterima oleh telinga normal. Sedangkan konsonan terdengar enak dan lebih stabil. Ketika mendengarkan akor C Mayor atau A minor maka telinga akan langsung menerima. Dalam sebuah komposisi musik, penggunaan harmoni disonan dan konsonan diperlukan untuk menghasilkan karya musik yang monumental.

Ritmik

Rirmik atau ritme (rhythm) atau irama adalah elemen yang sangat penting dalam musik selain nada (not). Ritmik juga memiliki lebih dari satu makna dalam musik, pertama ritmik bermakna sebagai pola pergerakan not yang terdiri dari not berbunyi dan tanda istirahat. Makna yang kedua dipahami sebagai pola penekanan nada atau suara dalam satu komposisi atau lagu tertentu. Ritmik juga disusun atas beberapa elemen dasar, diantaranya: beat, meter, sukat (time signature), tempo, aksen, dan sinkopasi.

Manfaat Mempelajari Teori Musik

Banyak orang mempertanyakan apa pentingnya belajar teori musik? Jawaban yang paling sederhana adalah untuk meningkatkan kreativitas dan kesadaran bermusik. Dengan mempelajari teori musik seseorang akan menyadari proses bunyi dan fenomena musikal yang terjadi. Teori musik juga membantu para pekerja musik untuk bekerja secara efektif. Misalnya seorang produser musik yang sedang menyelesaikan proses produksi. Dampak lain yang dirasakan setelah mempelajari teori musik diantaranya:

1. Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bermusik

2. Membantu mengetahui proses bermusik dan cara kerja musik

3. Membantu menyusun progresi akor dan melodi lebih mudah dan cepat

4. Membantu proses komposisi dan pembentukan gagasan musikal

5. Meningkatkan kesadaran bunyi dan keterampilan mendengar (ear training)

6. Mempercepat segala proses kerja musik

7. Meningkatkan keterampilan bermain alat musik

8. Mempemudah berkomunikasi dengan sesama musisi

9. Memperdalam kemampuan berapresiasi musik

10. Meningkatkan kemampuan improvisasi (terutama dalam musik pop dan jazz)

11. Meningkatkan keterampilan mengaransemen

12. Membantu menemukan ide kreatif baru dalam penciptaan musik

Teori musik tidak selalu terbatas pada aturan dan pedoman yang selalu harus diikuti. Setelah seseorang menguasai teori musik, banyak diantara musisi justru mengabaikan aturan yang ada. Tujuannya untuk mengembangkan ide musik dan berkreasi. Teori musik dapat membantu memahami musik dan cara kerjanya.

About riyanhidayat 106 Articles
Musician, Music Instructor, Art Researcher, Lecturer