December 4, 2022

Pendidikan musik banyak membantu otak meningkatkan proses berpikir. Memainkan alat musik tertentu seperti gitar dapat membantu melepas stres dan juga meningkatkan kreativitas. Setelah seseorang memutuskan belajar satu jenis alat musik dan berlatih setiap hari. Level berikutnya adalah bergabung dalam kelompok atau ansambel musik seperti grup band, orkestra, kwartet, dan lain-lain. Pendidikan musik jelas sangat dekat dengan kehidupan kita sama pentingnya seperti matematika. Persoalan dasarnya adalah kesetaraan pendidikan musik dibanding ilmu lain belum terlalu dianggap konvensional. Padahal memainkan alat musik dan tergabung dalam kelompok musik tertentu adalah sebuah kesenangan yang mahal bagi setiap orang.

Pendidikan musik berbeda dengan pelatihan musik, pendidikan musik tidka hanya mencakup aspek keterampilan bermusik tetapi memikirkan bagaimana mengembangakan “soft skill” yang dirangsang lewat musik. Sementara pelatihan musik lebih khusus pada aspek formal musik Barat. Di dunia akademik musik Barat sendiri, musik klasik selalu menjadi parameter musik yang bernilai tinggi. Selain mengasah keterampilan juga mengedepankan disiplin dalam setiap prosesnya. Terutama aktivitas penciptaan dan pertunjukan yang selalu diikat oleh partitur. Kurikulum musik klasik masih menjadi landasan kuat untuk belajar musik karena memiliki berbagai keuntungan bagi pembelajarnya.

Fakta menunjukan karir bermusik—terutama di industri—sangat terbatas, pada akhirnya profesi sebagai pengajar musik menjadi pilihan terakhir. Jika ada musisi merintis karir dengan cara membuat demo album dan gagal, hal yang paling realistis dilakukan adalah mengajar. Bekerja di dunia “music performance” bukan hal yang mudah, membutuhkan waktu untuk latiha dan mempersiapkan bahan-bahan (repertoar) yang akan selalu dibawakan. Seorang musisi harus bekerja sangat giat, fleksibel, dan tentu saja kreatif.

Mata pelajaran ekonomi mungkin memberikan dampak yang nyata seperti pengelolaan keuangan, pendidikan olah raga berkenaan aspek fisik dan terasa begitu menyehatkan badan. Tetapi, musik menawarkan sesuatu yang lain yakni kesenangan dan kepuasan. Setelah mahir memainkan alat musik tertentu dopamin seseorang cenderung meningkat. Begitupun bagi yang sekadar menikmati musik di pagi hari atau di sela-sela kegiatan.

Jika pendidikan musik dimasukan dalam kurikulum wajib (seperti IPA atau IPS) maka akan merubah konfigurasi dan stereotipe musik selanjutnya. Kebutuhan guru musik akan meningkat di sekolah-sekolah. Kuncinya adalah menyisipkan musik dalam setiap kebijakan dan aturan, dengan demikian musik menjadi kebutuhan. Misalnya dengan menerapkan aturan pemutaran musik di area ruang publik, atau mewajibkan setiap sekolah berafiliasi dengan lembaga kursus dan sanggar musik.

Ketersediaan guru musik yang ter-spesialisasi juga menjadi masalah berikutnya dalam pendidikan musik. Dalam upaya mengembangkan keterampilan bermusik di duatu daerah, tidak semua guru atau instruktur musik mampu memainkan alat musik. Paling umum satu orang guru musik rata-rata menguasai dua hingga tiga alat musik, satu diantaranya adalah alat musik yang paling mereka kuasai. Lembaga kursus atau penyelenggara les privat terkadang sulit menemukan instruktur musik dengan level dan spesifikasi alat musik tertentu. Karena untuk mengembangkan keterampilan perlu kompetensi instrumen yang mumpuni. Berbeda dengan kebutuhan sekolah formal yang menerapkan model pembelajaran pada tataran apresiasi saja.

Seorang instrumentalis juga memerlukan pembiayaan untuk belajar musik. Tidak mungkin belajar gitar tanpa memiliki alatnya, karena kebutuhan belajar dan latihan masih sangat tinggi. Mengabiskan 2-3 jam per hari adalah hal yang lumrah dilakukan, terutama di awal pembelajaran. Sementara di sekolah formal, persoalan alat bukan hanya pada ketersediaannya, tetapi juga perawatan. Banyak sekolah tidak mengerti cara merawat instrumen musik yang telah dibeli, selain itu tidak ada tenaga teknis yang mengerti bagaimana mengganti senar gitar, memperbaiki adapter keyboard yang rusak, dan sebagainya. Pada akhirnya alat musik yang dimiliki sekolah tidak berumur panjang.