Hila Hambala, Dari Gambus ke Gitar Tunggal Lampung Pesisir

Hila Hambala (Foto: Riyan Hidayatullah, 2021)
Hila Hambala (Foto: Riyan Hidayatullah, 2021)

Berbicara mengenai musik tradisional, masyarakat Lampung tentu tidak asing dengan nama-nama instrumen seperti gamolan pekhing, kulintang atau talo balak, serdam, serdap, dan rebana. Sementara di dunia industri musik populer, dangdut, orkes melayu, gambus tunggal, remix, hingga gitar tunggal atau gitar klasik telah menjadi konsumsi masyarakat Lampung. Hampir setiap seniman atau musisi populer Lampung menggeluti beberapa genre musik. Salah satu tokoh yang terbilang multi-talenta adalah Hila Hambala. Ia adalah seorang musisi yang menggeluti dunia tarik suara (dangdut dan pop Lampung), gambus, hingga gitar tunggal. Hila lahir pada tanggah 11 agustus 1961 Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran.

Hila mengenal musik saat usianya masih kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Saat itu Ia melihat kakaknya sudah mahir maminkan gambus tunggal.  Saat itu Ia memutuskan untuk mempelajari gambus tunggal secara otodidak. Lagu yang pertama dipelajari adalah petikan  penayuhan (NN), setelah beranjak kelas 5 SD ayahnya membelikan gitar. Hila kerap melihat pertunjukan orkes melayu dan berinteraksi dengan para musisinya. Hingga akhirnya Ia diberi kesempatan bernyanyi oleh salah satu musisi, pengalamannya itu membawanya untuk terjun lebih dalam di dunia musik. Hila juga terinspirasi oleh tokoh musik senior A. Roni HS (kakak dari seniman gambus Edi Pulampas).

Karena keahliannya bermain gambus dan gitar, Hila mulai mencoba berinovasi untuk membuat hal-hal baru. Salah satu kreativitasnya adalah mengembangkan permainan gitar tunggal bergaya Pesisir. Sebelumnya gitar tunggal atau gitar klasik Lampung kerap identik dengan masyarakat Pepadun. Teknik yang dikembangkan dalam gitar tunggal bergaya Pesisir terinspirasi oleh gaya permainan gitar “Batanghari Sembilan” di Sumatera Selatan. Hila mulai membuat konsep gitar tunggal berbahasa Lampung dipadukan dengan teknik petikan gambus yang Ia miliki.

Istilah “Pesisir” melekat karena beberapa hal, pertama Hila, sebagai salah satu tokoh penggagas, adalah seorang warga Lampung bermarga Saibatin. Kedua, gaya permainan bernuansa minor sekilas menyerupai permainan gambus yang identik dengan musik masyarakat Lampung Pesisir. Setelah kemunculan gitar tunggal Lampung bergaya Pesisir, banyak seniman gambus dan orkes ikut mempelajari dan mengembangkan teknik tersebut. Lagu gitar tunggal Lampung Pesisir semakin sering dipentaskan, direkam, dan disebarluaskan ke seluruh penjuru Lampung hingga perbatasan Palembang. Salah satu penyiar senior RRI Lampung, Sutan Purnama mengatakan “ … selama saya siaran, lagu-lagu Pesisir lebih banyak diminta untuk diputarkan”.

Selama masa pandemi COVID-19, Hila lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. Hila membuat kanal YouTube dengan 3000 subscriber, di dalam kanal YouTube-nya Hila menciptakan lagu-lagu Baru bergenre dangdut.

About riyanhidayat 106 Articles
Musician, Music Instructor, Art Researcher, Lecturer