Teknologi Untuk Pembelajaran Musik

Kita mungkin pernah berpikir peran teknologi memudahkan proses belajar hingga manusia semakin malas untuk berpikir. Banyak pembelajar, terutama siswa usia sekolah lebih mengandalkan gadget daripada membaca buku atau artikel jurnal. Kedekatan generasi Y (1981-1994), Z (1995-2010), dan Alpha (2011-2024) terhadap teknologi internet dan media sosial banyak membantu dalam proses belajar hari ini. Informasi tidak hanya tersedia dalam buku teks, tetapi tersebar luas di internet. Penggunaan aplikasi dalam belajar juga ikut menciptakan pengalaman dan membangun motivasi bagi para siswa. Misalnya, dalam belajar musik, aplikasi seperti “Yousician” dan “Voice Training” kerap digunakan oleh guru untuk membelajarkan musik bagi siswa-siswanya. Penggunaan aplikasi ini terbilang sederhana, tetapi memberikan dampak yang besar terhadap motivasi siswa, terutama berkaitan dengan pengalaman belajar siswa. Pemanfaatan aplikasi musik bisa berimplikasi pada motivasi siswa karena menawarkan lingkungan pembelajaran interaktif yang modern. Pengalaman dalam menggunakan aplikasi baru merupakan tantangan bagi siswa, layaknya bermain “game.” Oleh karena itu konsep belajar musik semacam ini sering juga dilibatkan dalam model pembelajaran “gamifikasi.” Penggunaan aplikasi musik apapun yang terbilang baru bagi siswa akan menggugah kesadaran mereka tentang menariknya proses belajar. Hal yang dipelajari justru bukan pada musiknya saja, tetapi kepada rasa penasaran yang dibangun untuk memecahkan masalah.

Pembelajaran yang berbasis pada aplikasi akan membentuk pengalaman menggunakan teknologi sekaligus merangsang kesadaran mempelajari musik sedikit demi sedikit. Aplikasi atau pembelajaran yang berbasis teknologi musik ini merupakan konsep atau penawaran bagi pendidikan musik di masa depan. Teknologi tidak hanya berkaitan dengan masyarakat perkotaan atau modern, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat non-akademik di pedesaan. Selain itu, pembelajaran musik berbasis aplikasi atau teknologi juga bisa relevan untuk kebudayaan tradisional. Misalnya, untuk mempelajari musik gamelan Jawa bisa dilakukan dengan aplikasi pada laptop atau android. Kontennya mungkin bersifat tradisional, tetapi strategi pedagoginya dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital.

Saat ini banyak bermunculan aplikasi untuk pembelajaran musik dengan spesifikasi beragam. Aplikasi-aplikasi itu dikembangkan oleh para peneliti di bidang TIK yang memiliki ketertarikan terhadap musik. Kebutuhan penggunaan aplikasi musik untuk konten pembelajaran itu semakin tinggi hingga membuka peluang untuk munculnya industri aplikasi musik. Para pengembang aplikasi pada akhirnya berlomba untuk menciptakan teknologi baru untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran musik yang semakin kompleks.

About riyanhidayat 106 Articles
Musician, Music Instructor, Art Researcher, Lecturer