RANCANGAN PROGRAM PERKULIAHAN

 

MATA KULIAH

 

BIMBINGAN DAN KONSELING KARIER

KOPEL: KBK 351 (3 sks).

 

PENGAMPU

SYARIFUDDIN DAHLAN

 

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KONTRAK PERKULIAHAN

Mata Kuliah                               : Bimbingan dan Konseling Karier

Kode /SKS                                : KBK 351

Pengampu                                : Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd.

Semester                                 : Ganjil/2010-2011

Hari Pertemuan/Jam                : Jumat/07.30-10.00

Tempat Pertemuan                  : Gedung Ruang B1 FKIP Universitas Lampung

 

1. Manfaat Mata Kuliah

Karier merupakan bagian penting dari perjalanan hidup seseorang. Kesuksesan seseorang dalam berkarier menentukan taraf kehidupan dan kualitas hidup dirinya, keluarganya, dan bahkan berdampak luas pada kemajuan masyarakat. Oleh sebab itu, di dalam perencanaan dan  pemilihan karier seseorang memerlukan pertimbangan yang matang sehingga kepu-tusan pilihan kariernya dapat dilakukan secara tepat. Bantuan dalam rangka pembuatan keputusan pilihan karier secara tepat itu telah menjadi bagian dari tugas pokok guru pem-bimbing di sekolah. Mata kuliah Bimbingan dan Konseling Karier ini akan membekali mahasiswa sejumlah pengetahuan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kemampuan melakukan proses Bimbingan dan Konseling Karier secara efektif.

2. Deskripsi Mata Kuliah

Mata Kuliah ini merupakan wajib keilmuan dan keterampilan bagi calon guru pembimbing. Ia membahas secara mendalam berbagai konsep dasar tentang perkembangan dan pilihan bimbingan karier, prinsip-prinsip bimbingan karier, orientasi dunia kerja, model dan pendekatan yang digunakan dalam bimbingan karier, langkah-langkah, dan program layanan Bimbingan dan Konseling Karier.

3. Kompetensi Baku

Setelah menyelesaikan perkuliahan mata kuliah ini mahasiswa memiliki kemampuan menyelenggarakan pelayanan bimbingan karier pada setting pendidikan, khususnya Bimbingan dan Konseling Karier sesuai dengan prinsip-prinsp pelayanan bimbingan karier yang efektif.

4. Organisasi Materi Perkuliahan

Berdasarkan kompetensi baku yang telah dirumuskan, disusun materi kuliah yang urutannya dijelaskan dalam skema berikut ini:

5. Strategi Perkuliahan

Pembahasan materi-materi  perkuliahan pada mata kuliah ini dilakukan secara kombinatif dan terpadu, baik melalui ceramah dalam perkuliahan mimbar, diskusi kelompok kecil, maupun presentasi kelas (seminar kecil). Setiap pembahasan pokok bahasan atau sub pokok bahasan selalu disertai penyelesaian tugas-tugas terstruktur dan mandiri, baik secara individual maupun kelompok. Selain pembahasan teoritik konsepsional, juga dilakukan kegiatan praktik mikro pelaksanaan bimbingan karier. Temuan-temuan mahasiswa dari pengalaman nyata, atau pengalaman dalam praktik mikro juga merupakan bagian dari materi perkuliahan dan akan di bahas dalam pertemuan kelas.

Untuk pelaksanaan pembelajaran mata kuliah ini ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

 

Persiapan

  1. Dosen menetapkan topik perkuliahan berkisar 14-16 macam.
  2. Dosen meminta mahasiswa membentuk kelompok-kelompok “topik” sebanyak jumlah topik yang sudah ditetapkan. Jumlah anggota dan pembentukan kelompok-kelompok “topik” disesuaikan dengan topik-topik yang akan dibahas dalam perkuliahan. Jumlah anggota kelompok berkisar 4-6 orang. Selanjutnya, setiap kelompok membagi dirinya menjadi dua sub kelompok, yaitu sub kelompok penyaji dan sub kelompok pembahas yang masing-masing beranggotakan 2-3 orang.
  3. Mahasiswa melakukan diskusi kelompok di luar jadwal pertemuan dan membuat ringkasan hasil diskusi itu dalam bentuk kertas kerja (makalah) yang harus dibawa pada presentase kelas.
  4. Dosen bersama mahasiswa menetapkan aturan main dalam presentasi dan bentuk penghargaan atas partisipasi peserta yang muncul dalam seminar. Aturan main yang ditetapkan sebagai berikut:

1)      Aktivitas penyaji dan pembahas dihargai sebagai penilaian atas komponen tugas dengan pembagian hasil kerja kelompok sebagai tugas kelompok (bobotnya = 10%) dan aktivitas menjawab, menyanggah, atau berpendapat dihargai sebagai tugas individual (bobotnya = 20%).

2)      Aktivitas audien (peserta diskusi) dihargai sebagai penilaian atas komponen quiz-quiz (bobotnya = 10%).

  1. Dosen bersama mahasiswa menunjuk dua orang pengamat (observer) kegiatan seminar dengan tugas-tugas tertentu (mencatat segala sktivitas yang terjadi selama perkuliahan: siapa yang bertanya dan menjawab, derajad relevansi pertanyaan dengan topik, kesesuaian jawaban  atas pertanyaan, dan sebagainya).

Pelaksanaan

  1. Dosen mengantarkan mahasiswa ke kegiatan seminar dalam bentuk kuliah mimbar secara singkat yang memaparkan penjelasan tentang: topik, tujuan, dan peranan mahasiswa dalam perkuliahan.
  2. Presentasi diawali dengan pemaparan hasil diskusi kelompok topik perkuliahan oleh sub kelompok penyaji topik yang bersangkutan.
  3. Presentasi dilanjutkan dengan pemaparan hasil diskusi kelompok topik perkuliahan oleh sub kelompok pembahas topik yang bersangkutan.
  4. Setelah pemaparan hasil diskusi kelompok topik selesai, aktivitas perkuliahan dilanjutkan dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa lain (peserta perkuliahan bukan penyaji dan pembahas) untuk memberikan tanggapan, baik berupa pertanyaan, pandangan, maupun sanggahan.

 

6. Materi/Bahan Bacaan Perkuliahan

Sumber bacaan dalam mengikuti perkuliahan mata kuliah Bimbingan dan Konseling Karier meliputi buku/bacaan pokok wajib dan pendukung.

Bacaan wajib:

Brown, D. et al. 1987. Career choice and development. San Fransisco: Jessey Bass.

Crites, J.O. 1981. Career counseling: Models, methods, and materials. New York: McGraw-Hill Book Company.

Depdikbud. 1986. Petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Karier menengah kejuruan. Jakarta: Dit Dikmenjur.

Depdikbud. 1985. Petunjuk penggunaan paket Bimbingan dan Konseling Karier menengah umum tingkat atas. Jakarta: Dit Dikdasmen.

Holland, J.L. 1985. Making vocational choice: Theory of vocational personalities & work environments (2nd. Ed.). Englewood Cliffs, New Jersey: Printice-hall.

________, 1973. Making vocational choice: A Theory of careers. Englewood Cliffs. New Jersey: Printice-hall.

 

Bacaan pendukung:

As’ad, M. 1978. Psikologi industri. Yogyakarta: Penerbit Liberty.

Dahlan, S. 2010. Model konseling untuk memantapkan pilihan karier konseli. Disertasi. SPs UPI, Bandung.

Dahlan, S. 2005. Penggunaan inventori Spok Tuah Arahan Diri (STAD) dalam membantu siswa SMA memahami dirinya. Malang. Ilmu Pendidikan: Jurnal kajian teori dan praktik kependidikan. Tahun 32. No. 2. 98-106.

________, 2004. Kecenderungan pola sebaran minat jabatan siswa SMU. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. 2 (2): 131-136. Bandarlampung. FKIP.

________, 2002. Inventori pemahaman pola minat jabatan: Suatu alternatif peranti bimbingan karier. Jurnal Educandum (Edisi Oktober): 88-95. Bandarlampung.

________, 2002. Pola arah pilihan bidang pekerjaan siswa SMU. Jurnal Pendidikan IPS, Vol. 3. No. 1. Halaman 25-32. Bandarlampung. Jurusan IPS FKIP Unila.

Depdikbud. 1983. Bekerja di mana setelah tamat SMA? Depdikbud.

Depnaker dan transimigrasi. 1980. Kelasifikasi jabatan Indonesia. Jakarta: PT Richter Corporation, Ltd.

Gani, R.A. 1986. Bimbingan karier. Bandung: Angkasa raya.

Hattari, P. 1983. Suatu strategi bimbingan karier. Jakarta: Depdikbud.

Herr, E.L, dan Cramer, S.H. 1979. Career guidance through the life span. Boston little: Brown and company.

Manrihu, M.T. 1988. Pengantar bimbingan konseling karier. Jakarta: Ditjen Dikti.

Moekijat, 1986. Perencanaan dan pengambangan karier pegawai. Bandung: Aksara raya.

Patter, H.J. dan Hansen, J.G. 1977. Vocational and career development. New York: Macmillan publishing Co.

Semiawan, C.R. 1983. Apa, mengapa, dan bagaimana bimbingan karier. Jakarta: BP3K.

Sukardi, D.K. 1984. Bimbingan karier. Jakarta:Ghalia Indoensia. Gramedia.

 

7. Tugas

Proses pembelajaran dalam perkuliahan ini dilakukan oleh mahasiswa dengan penyelesain tugas-tugas sebagai berikut:

  1. Diskusi kelompok. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiwa secara mandiri dengan arahan dari dosen mata kuliah secara terstruktur. Diskusi kelompok dilaksanakan di luar jam pertemuan terjadwal di kelas dan dilangsungkan secara bersama-sama dalam satu kelompok, atau masing-masing sub kelompok. Kegiatan diskusi kelompok berguna untuk membahas topik/tema yang telah dibebankan kepadanya. Hasil diskusi kelompok dipresentasikan di kelas (seminar kecil) pada pertemuan tatap muka terjadwal.
  2. Presenasi di kelas (seminar kecil). Kegiatan ini dilaksanakan untuk membahas dan mengaji materi perkuliahan secara lebih lanjut dan mendalam. Pada kegiatan ini kelompok khusus yang telah ditugaskan membahas materi pokok tema pada pertemuan itu diminta menyajikan hasil diskusi mereka dalam kelompok dengan ketentuan satu sub kelompok bertindak sebagai penyaji dan satu sub kelompok lainnya bertindak sebagai pembahas utama. Kelompok khusus (peyanji dan pembahas) yang ditugaskan berfungsi sebagai perangsang bagi mahasiswa yang lain dalam kegiatan pembelajaran bernuansa Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Inovatif, dan Menyenangkan (PAIKEM). Untuk keperluan  diskusi kelompok dan seminar kecil perlu dibentuk kelompok khusus. Satu kelompok khusus dipecah menjadi dua sub kelompok, yaitu sub kelompok penyaji dan sub kelompok pembahas. Jumlah kelompok khusus dan keanggotaanya disesuaikan dengan banyaknya tema/topik pembelajaran yang ada. Setiap satu kelompok diwajibkan memabahas 1-2 tema/topik pembelajaran. Penetapan jumlah topik bagi setiap kelompok sangat bergantung dengan jumlah peserta kuliah. Apabila jumlah mahasiswa peserta kuliah cukup besar mungkin satu kelompok cukup dengan satu topik/tema saja. Sebaliknya, apabila peserta kuliah jumlahnya sedikit, maka dimungkinkan bagi setiap kelompok mendapatkan tugas khusus lebih dari satu topik. Idealnya satu kelompok khusus beranggotakan 4-8 orang (sub kelompok penyaji dan sub kelompok pemabahas masing-masing beranggotkan 2-4 orang). Pada pelaksanaan seminar kecil, sesuai dengan sebutan sub kelompok yang ada pada setiap kelompok khusus, maka sub kelompok penyaji diminta untuk memaparkan hasil ringkasan mereka, sementara sub kelompok lainnya bertindak sebagai pembahas utama. Sehubungan dengan kegiatan seminar itu maka masing-masing sub kelompok diwajibkan membuat ringkasan diskusi kelompok sesuai dengan tema/topik dan peran yang akan mereka mainkan dalam seminar kecil.
  3. Penyelesaian tugas-tugas. Setiap mahasiwa wajib menyelesaiakn tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Ada dua jenis kelompok tugas yang harus diselesaikan oleh mereka pada atau setelah suatu pertemuan, yaitu tugas individu dan tugas kelompok. Tugas-tugas individu ada yang berupa permintaan agar mereka mendalami materi dengan cara berinteraksi secara mandiri dengan bahan ajar,  baik yang bersumber pada buku referensi maupun dengan sumber lain yang ada di lingkungan kehidupannya sehari-hari. Kegiatan bagi penunaian tugas individu bentuk ini dapat dilakukan dengan membaca buku refernsi yang telah ditetapkan dan mendikusikannya dalam kelompok khusus tempat mahasiswa bergabung.  Selain itu, tugas individu penting lainnya adalah membuat makalah ilmiah yang berkaitan dengan materi-materi pokok perkuliahan. Tugas pembuatan makalah ini merupakan tugas akhir perkuliahan untuk mata kuliah Belajar dan Pembelajaran. Ia memuat ulasan, pendapat, atau pokok-pokok pikiran dari maahsiswa berdasarkan pengalaman belajarnya yang berkaitan pembentukan kompotensi pembelajaran secara efektif. Makalah ditulis mengikuti ketentuan penulisan ilmiah Universitas Lampung dan wajib disusun, diserahkan pada dosen pengampu  di akhir semester (bersamaan dengan ujian akhir semester). Tugas-tugas kelompok diberikan kepada mahasiwa dalam wujud pembuatan ringkasan hasil diskusi kelompok dan hasil seminar kecil. Hasil diskusi kelompok dibawa dan diserarhkan pada dosen dalam pertemuan ketika membahas topik/tema yang bersangkutan. Sedangkan tugas kelompok berupa hasil seminar kecil yang telah disempurnakan berdasarkan masukan-masukan peserta seminar (mahasiswa kelompok lain) diserahlan satu minggu setelah seminar dilaksanakan.

 

8. Kriteria Penilaian

Evaluasi dalam perkuliahan mata kuliah ini, baik proses maupun hasil pembelajaran dilakukan oleh dosen pengampu. Penilaian keberhasilan mahasiswa, penetapan lulus atau tidak lulus akan dilakukan dengan menilai  tugas-tugas perkuliahan, quiz-quiz, ujian tengah dan akhir semester. Bentuk-bentuk evaluasi berupa portofolio atas kompetensi yang telah mahasiswa miliki selama perkuliahan. Kriteria penetapan nilai akan mengacu ke ketentuan yang berlaku di Universitas Lampung  (Lihat Pedoman Akademik Unila).

Nilai kelulusan mahasiswa akan ditentukan oleh perolehan skor-skor pada komponen-komponen penilian berikut:

  1. Quiz-quiz. Skor komponen ini akan diperoleh mahasiswa dari aktivitas mereka pada diskusi kelas (seminar kecil). Mahasiswa yang berhak mendapat nilai quiz adalah peserta seminar yang bukan kelompok khusus (penyaji atau pembahas) pada topik yang sedang dibahas. Komponen ini bobotnya (10%).
  2. Tugas kelompok. Skor komponen ini akan diperoleh mahasiswa dari makalah ringkasan hasil diskusi kelompok dan makalah hasil seminar kecil yang telah disempurnakan. Komponen ini bobotnya 10%.
  3. Tugas individu. Skor komponen ini didapat oleh mahasiwa dari aktivitasnya pada diskusi kelas (seminar kecil) sebagai kelompok khusus (penyaji atau pembahas) pada suatu topik/tema. Komponen ini bobotnya 20%.
  4. Ujian tengah semester. Skor komponen ini akan diperoleh mahasiwa dari  kemampuannya menyelesaikan suatu persoalan yang diberikan oleh dosen secara khusus pada ujian tengah semester. Komponen ini bobotnya 20%.
  5. Ujian akhir semester. Skor komponen ini ditentukan oleh makalah ilmiah (tugas akhir perkuliahan) dan kemampuan mahasiswa menyelesaikan persoalan khusus yang diberikan oleh dosen pada saat ujian akhir semester. Komponen ini bobotnya 40%.

JADWAL PER PERTEMUAN

Secara garis besar urutan topik/tema pembelajaran per pertemuan untuk mata kuliah Bimbingan karier di sekola dirinci sebagai berikut:

 

Minggu ke

Tema/Topik Bahasan

Sumber bahan

1

Pembukaan perkuliahan

GBPP, SAP, Kontrak Kuliah.2-5Teori-teori Karier:

Pilihan dan perkembangan karierBrown, D. Et al. 1987; Patter, H.J & Hansen, J.G. 1977; Semiawan, C.R 1983; Sukardi, D.K. 1984; Holland, J. 1985; 19736Prinsip-prinsip bimbingan karier sekolah.Depdikbud. 1985; 1986; Moekijat, 1986; Sukardi, D.K. 1984;7Oreintasi dunia kerja.Depdikbud. 1985; 1986; Depnaker, 1980; Sukardi, D.K, 1984.8-9Pendekatan individual dan kelompok dalam Bimbingan dan Konseling Karier.Crites, 1981;Gani, R.A. 1986; Hattari, P. 1983; Manrihu, M.T. 1988; Moekijat. 1986; semiawan, C.R. 1983; Sukardi, D.K. 1984;10Perencanaan karier.As’ad, M. 1987; Depdikbud. 1985; 1986; Herr, E.T & Cramer, 1979; Moekijat, 1986.11Program-program bimbingan karier. Depdikbud. 1985; 1986.

Moekijat, 1986; Sukardi, D.K. 1984; Gani, R.A. 1986; Hattari, P. 1983; Manrihu, M.T. 1988;12Persiapan penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Karier.

As’ad, M. 1987; Depdikbud, 1985;

Herr & Crammer, 1979;

Manrihu, M.T. 1988; Moekijat. 1986; As’ad, M. 1987; Depdikbud, 1985;

Herr & Crammer, 1979;

Manrihu, M.T. 1988; Moekijat. 1986;13-15Praktik pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Karier.Semua buku/bahan bacaan yang telah ditetapkan.16Analisis kegiatan pelaksanaan bimbingan karier sekolahSemua buku/bahan bacaan yang telah ditetapkan.17Ujian Akhir SemesterKomprehensif (materi pertemuan minggu ke-2 s/d ke 16) takehome examination (portofolio).

 

Bandarlampung, September 2010

Pengampu

Penanggung Jawab,

 

 

Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd.

NIP 195911101986031005

 

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

 

Mata Kuliah                                   : Bimbingan dan Konseling Karier di Sekolah

Kode Mata Kuliah : KBK 351

Waktu Perkuliahan : 4 x 150 menit

Pertemuan                                      : 2-5

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator

 

  1. Kompetensi Dasar

Setelah menyelesaikan pokok bahasan teori-teori karier mahasiswa mampu menganalisis  berbagai konsep dasar tentang rencana, pilihan, dan perkembangan karier siswa.

 

  1. Indikator
  1. Mendeskripsikan isi pandang Roe tentang perkembangan karier seseorang.
  2. Mendeskripsikan isi pandang Super tentang perkembangan karier seseorang.
    1. Mendeskripsikan isi pandang Hoppock tentang perkembangan karier seseorang.
    2. Mendeskripsikan isi pandang Holland tentang perkembangan karier seseorang.

 

  1. Pokok Bahasan

Teori-teori Karier

 

  1. Sub Pokok Bahasan
    1. Teori perkembangan karier Roe.
    2. Teori pilihan karier Super.
    3. Teori informasi karier Hoppock.
    4. Teori pilihan karier Holland.

 

  1. Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Media & Alat Pembelajaran
Pembukaan

 

 

 

 

 

 

 

Penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

 

  1. Melakukan pre tes secara lisan tentang materi sebelumnya.
  2. Menjelaskan cakupan materi dan tujuan mempelajari pokok bahasan dalam pertemuan ini.

 

  1. Membahas isi pandangan berbagai teori karier dan mengajak mahasiswa curah pendapat tentang karier serta membuat contoh perjalanan karier seseorang.

 

 

  1. Menugaskan kepada maha-siswa untuk membahas isi pokok pandangan teori-teori karier dengan presentasi hasil diskusi oleh kelompok yang telah ditunjuk dalam diskusi kelas (seminar kecil).
  2. Mendeskripsikan pokok-pokok pandangan setiap teori karier: ciri utama, pendekatan yang digunakan, dan kemungkinan penerapannya dalam layanan Bimbingan dan Konseling Karier.
  3. Menutup pertemuan: memantapkan dan memberi-kan rangkuman kuliah, menunjuk beberapa mahasiswa secara acak untuk menjawab pertanyaan, dan  meminta mahasiswa kelompok tugas (penyaji) menyempurnakan hasil diskusi kelas, serta memberikan tugas kepada mahasiswa kelompok lainnya untuk mendiskusikan materi  pokok bahasan pertemuan berikutnya.

 

Tanya jawab

 

 

 

Menanggapi

 

 

 

 

Tanya jawab.

Mengajukan contoh.

 

 

 

 

 

 

Berdiskusi.

Presentasi.

Bertanya.

Menanggapi.

 

 

 

Menanggapi

penjelasan dosen.

 

 

 

 

 

Membahas rangkuman.

Menjawab pertanyaan

Melaksanakan tugas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

Format tugas

Lembar kerja mahasiswa.

(rangkuman hasil diskusi kelompok tugas).

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

  1. Evaluasi
    1. Tes lisan di akhir kegiatan pembelajaran.
    2. Menjawab soal esai dari buku ajar.

 

  1. Referensi

Brown, D. Et al. 1987. Career choice and development. San Fransisco: Jessey Bass.

Herr, E.L, dan Cramer, S.H. 1979. Career guidance through the life span. Boston little: Brown and company.

Holland, J.L. 1985. Making vocational choice: Theory of vocational personalities

& work environments (2nd. Ed.). Englewood Cliffs, New Jersey: Printice-

hall.

________, 1973. Making vocational choice: A Theory of careers. Englewood

Cliffs. New Jersey: Printice-hall.

Manrihu, M.T. 1988. Pengantar bimbingan konseling karier. Jakarta: Ditjen Dikti.

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

 

Mata Kuliah                                   : Bimbingan dan Konseling Karier

Kode Mata Kuliah : KBK 351

Waktu Perkuliahan : 1 x 150 menit

Pertemuan                                      : 6

 

  1. A.     Kompetensi Dasar dan Indikator

 

  1. Kompetensi Dasar

Setelah menyelesaikan pokok bahasan prinsip-prinsip penyelenggaraan  bimbingan karier mahasiswa mampu memahami   berbagai  dasar pokok pemberian layanan Bimbingan dan Konseling Karier.

 

  1. Indikator
  1. Mengidentifikasi prinsip-prinsip bimbingan karier berkenaan dengan sasaran layanan.
  2. Mengidentifikasi prinsip-prinsip bimbingan kareir berkenaan dengan permasalahan individu.

 

B.  Pokok Bahasan

Prinsip-prinsip Bimbingan Karier

 

C. Sub Pokok Bahasan

  1.                     a.                   Prinsip berkenaan dengan sasaran layanan.
  2.                    b.                    Prinsip berkenaan dengan masalah layanan

 

D. Kegiatan Pembelajaran

 

 

Tahap Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Media & Alat Pembelajaran
Pembukaan

 

 

 

 

 

Penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

 

  1. Melakukan pre tes secara lisan tentang materi sebelumnya.
  2. Menjelaskan cakupan materi dan tujuan mempelajari pokok bahasan dalam pertemuan ini.
  3. Membahas prinsip-prinsip layanan bimbingan karier dari berbagai sudut hal  dengan menanyakan dan membuat contoh penerapannya kepada mahasiswa.
  4. Menugaskan kepada maha-siswa untuk membahas dan mengidenstifikasi prinsip- prinsip layanan bimbingan karier dengan presentasi hasil diskusi oleh kelompok tugas yang telah ditunjuk dalam diskusi kelas (seminar kecil).
  5. Menjelaskan prinsip-prinsip pokok berkenaan dengan layanan bimbingan, terutama menyangkut sasaran dan masalah layanan dan kemungkinan penerapannya dalam layanan Bimbingan dan Konseling Karier.
  6. Menutup pertemuan dengan memantapkan dan memberi-kan rangkuman kuliah, menunjuk beberapa mahasiswa secara acak untuk menjawab pertanyaan, dan  meminta mahasiswa kelompok tugas (penyaji) menyempurnakan hasil diskusi kelas, serta memberikan tugas kepada mahasiswa kelompok lainnya untuk mendiskusikan materi  pokok bahasan pertemuan berikutnya.

 

Tanya jawab

 

 

 

Menanggapi

 

 

Tanya jawab.

Mengajukan contoh.

 

 

 

 

Diskusi kelompok.

Presentasi.

Bertanya

Menanggapi

 

 

 

 

Menanggapi

Penjelasan dosen

 

 

 

 

 

 

Membahas rangkuman.

Menjawab pertanyaan

Melaksanakan tugas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

Format tugas

Lembar kerja mahasiswa.

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

 

E. Evaluasi

    1. Tes lisan di akhir kegiatan pembelajaran.
    2. Menjawab soal esai dari buku ajar.

 

F. Referensi

 

Depdikbud. 1986. Petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Karier menengah kejuruan. Jakarta: Dit Dikmenjur.

Depdikbud. 1985. Petunjuk penggunaan paket Bimbingan dan Konseling Karier menengah umum tingkat atas. Jakarta: Dit Dikdasmen.

Moekijat, 1986. Perencanaan dan pengambangan karier pegawai. Bandung: Aksara raya.

Semiawan, C.R. 1983. Apa, mengapa, dan bagaimana bimbingan karier. Jakarta: BP3K.

Sukardi, D.K. 1984. Bimbingan karier. Jakarta:Ghalia Indoensia. Gramedia.

 

 

 

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

 

Mata Kuliah                                   : Bimbingan dan Konseling Karier

Kode Mata Kuliah : KBK 351

Waktu Perkuliahan : 1 x 150 menit

Pertemuan                                      : 7

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator

 

1.   Kompetensi Dasar

Setelah menyelesaikan pokok bahasan orientasi kerja mahasiswa mampu menganalisis informasi karier bagi penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Karier.

Setelah menyelesaikan pokok bahasan orientasi kerja mahasiswa mampu menganalisis informasi karier bagi penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Karier.

 

2.   Indikator

a. Menganalisis dinamika dunia kerja yang terjadi dilingkungan siswa.

b. Menilai pentingnya bekerja bagi pemenuhan kebutuhan individu.

c. Mengkelasifikasikan informasi karier bagi siswa.

 

  1. Pokok Bahasan

Orientasi Dunia Kerja.

 

  1. Sub Pokok Bahasan

a. Orientasi kerja di perusahaan.

b. Orientasi kerja jasa.

c. Orientasi kerja di dunia pendidikan.

 

  1. Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Media & Alat Pembelajaran
Pembukaan

 

 

 

 

 

Penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

1. Melakukan pre tes secara lisan

tentang materi sebelumnya.

2. Menjelaskan cakupan materi

dan tujuan mempelajari pokok

bahasan dalam pertemuan ini.

 

3. Membahas berbagai orientasi

kerja dari beberapa lapangan

kehidupan dengan menanyakan

dan membuat contoh jabatan

dan perjalanan karier sese-

orang kepada mahasiswa.

4. Menugaskan maha siswa untuk

menganalisis dinamika dunia

kerja di lingkungannya,menilai

pentingnya bagi kehidupan

seseorang, dan mengkelasifi-

kasikan informasi karier

dengan presentasi hasil diskusi

oleh kelompok tugas yang

telah ditunjuk dalam suatu

diskusi kelas (seminar kecil).

5. Menjelaskan orientasi dunia

kerja dari berbagai lapangan

kehidupan seseorang, dan

kaitannya sebagai informasi

penting dalam layanan

Bimbingan dan Konseling

Karier.

 

6. Menutup pertemuan dengan

memantapkan dan memberi-

kan rangkuman kuliah, menun-

juk beberapa mahasiswa secara

acak untuk menjawab perta-

nyaan, dan  meminta maha-

siswa kelompok tugas

(penyaji) menyempurnakan

hasil diskusi kelas, serta

memberikan tugas kepada

mahasiswa kelompok lainnya

untuk mendiskusikan materi

pokok bahasan pertemuan

berikutnya.

Tanya jawab

 

Menanggapi

 

 

 

Tanya jawab.

Mengajukan contoh.

 

 

 

 

Diskusi kelompok.

Presentasi.

Bertanya

Menanggapi

 

 

 

 

 

 

Menanggapi

Penjelasan dosen

 

 

 

 

 

 

Membahas rangkuman.

Menjawab pertanyaan

Melaksanakan tugas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

Format tugas

Lembar kerja mahasiswa.

 

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

E. Evaluasi

1. Tes lisan di akhir kegiatan pembelajaran.

2. Menjawab soal esai dari buku ajar.

 

F. Referensi

 

Depdikbud. 1986. Petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Karier menengah kejuruan. Jakarta: Dit Dikmenjur.

Depdikbud. 1985. Petunjuk penggunaan paket Bimbingan dan Konseling Karier menengah umum tingkat atas. Jakarta: Dit Dikdasmen.

Depnaker dan transimigrasi. 1980. Kelasifikasi jabatan Indonesia. Jakarta: PT Richter Corporation, Ltd.

Gani, R.A. 1986. Bimbingan karier. Bandung: Angkasa raya.

Moekijat, 1986. Perencanaan dan pengambangan karier pegawai. Bandung: Aksara raya.

Semiawan, C.R. 1983. Apa, mengapa, dan bagaimana bimbingan karier. Jakarta: BP3K.

 

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

 

Mata Kuliah                                   : Bimbingan dan Konseling Karier

Kode Mata Kuliah : KBK 351

Waktu Perkuliahan : 2 x 150 menit

Pertemuan                                      : 8-9

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator

 

1.   Kompetensi Dasar

Setelah menyelesaikan pokok bahasan model-model  bimbingan karier  mahasiswa

mampu menganalisis berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam

penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Karier.

 

2.   Indikator

a. Mendeskripsikan karak-teristik pendekatan individual dalam pelayanan karier.

b. Mengidentifikasi kemungkinan penerapan pendekatan individual dalam

pelayanan karier siswa.

c. Mendeskripsikan karakteristik pendekatan kelompok dalam pelayanan karier.

d. Mengidentifikasi kemungkinan penerapan pendekatan kelompok dalam

pelayanan karier siswa.

 

  1. Pokok Bahasan

Model-model Pendekatan Bimbingan & Konseling Karier

(Individual & Kelompok)..

 

  1. Sub Pokok Bahasan

a. Model Trait & Faktor.

b. Model Client-Centered.

c. Model Psychodinamic.

d. Model Developmental.

 

  1. Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Media & Alat Pembelajaran
Pembukaan

 

 

 

 

 

 

Penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

1. Melakukan pre tes secara lisan

tentang materi sebelumnya.

2. Menjelaskan cakupan materi dan tujuan mempelajari model-model pen-dekatan bimbingan dan konseling karier.

 

3. Membahas berbagai model Pende-katan dalam bimbingan dan konseling karier dengan menanyakan dan mem-buat contoh penerapan salah satu

Model dalam layanan Bimbingan dan Konseling Karier.

 

4. Menugaskan mahasiswa untuk

membahas berbagai model

pendekatan dan kemungkinan

penerapannya dalam bimbing-

an dan konseling karier di

sekolah  dengan  presentasi

hasil diskusi oleh kelompok

tugas yang telah ditunjuk

dalam suatu diskusi kelas

(seminar kecil).

5. Menjelaskan berbagai konsepsi

dasar masing-masing model

pendekatan dan kemungkinan

penerpannya dalam pelayanan

Bimbingan dan Konseling Karier.

 

6. Menutup pertemuan dengan meman-tapkan dan memberikan rangkuman kuliah, menunjuk beberapa mahasiswa secara acak untuk menjawab pertanya-an, dan  meminta mahasiswa kelompok tugas (penyaji) menyempurnakan

hasil diskusi kelas, serta memberikan tugas kepada mahasiswa kelompok lainnya untuk mendiskusikan materi

pokok bahasan pertemuan berikutnya.Tanya jawab

 

Menanggapi

 

 

 

 

Tanya jawab.

Mengajukan contoh.

 

 

 

 

Diskusi kelompok.

Presentasi.

Bertanya

Menanggapi

 

 

 

 

 

Menanggapi

Penjelasan dosen

 

 

 

 

Membahas rangkuman.

Menjawab pertanyaan

Melaksanakan tugas.

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

Format tugas

Lembar kerja mahasiswa.

 

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

E. Evaluasi

1. Tes lisan di akhir kegiatan pembelajaran.

2. Menjawab soal esai dari buku ajar.

 

F. Referensi

Crites, J.O. 1981. Career counseling: Models, methods, and materials. New York: McGraw-Hill Book Company.

Hattari, P. 1983. Suatu strategi bimbingan karier. Jakarta: Depdikbud.

Herr, E.L, dan Cramer, S.H. 1979. Career guidance through the life span. Boston little: Brown and company.

Holland, J.L. 1985. Making vocational choice: Theory of vocational personalities

& work environments (2nd. Ed.). Englewood Cliffs, New Jersey: Printice-hall.

________, 1973. Making vocational choice: A Theory of careers. Englewood

Cliffs. New Jersey: Printice-hall.

Manrihu, M.T. 1988. Pengantar bimbingan konseling karier. Jakarta: Ditjen Dikti.

Sukardi, D.K. 1984. Bimbingan karier. Jakarta:Ghalia Indoensia. Gramedia.

 

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

 

Mata Kuliah                                   : Bimbingan dan Konseling Karier

Kode Mata Kuliah : KBK 351

Waktu Perkuliahan : 2 x 150 menit

Pertemuan                                      : 10

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator

 

1.   Kompetensi Dasar

Setelah menyelesaikan pokok bahasan perencanaan karier mahasiswa mampu

menganalisis faktor-faktor penting dalam menyusun rencana penyelenggaraan

bimbingan karier  di sekolah.

 

2.   Indikator

a. Mendeskripsikan kegunaan perencanaan karier dari berbagai aspek kehidupan.

b. Mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan karier.

c. Mengidentifikai faktor-faktor penentu keberhasilan karier.

 

  1. Pokok Bahasan

Perencanaan Karier

 

  1. Sub Pokok Bahasan

a. Pertimbangan utama.

b. Tahapan pembuatan keputusan.

 

  1. Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Media & Alat Pembelajaran
Pembukaan

 

 

 

 

 

Penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

1. Melakukan pre tes secara lisan

tentang materi sebelumnya.

2. Menjelaskan cakupan materi

dan tujuan mempelajari pokok

bahasan ini.

 

3. Membahas konsepsi tentang

perencanaan suatu layanan

Bimbingan dan Konseling Karier.

4. Menugaskan maha siswa

untuk membahas berbagai

petimbangan dan tahapan

pembuatan keputusan pilihan

dalam perencanaan karier di

sekolah dengan  presentasi

hasil diskusi oleh kelompok

tugas yang telah ditunjuk

dalam suatu diskusi kelas

(seminar kecil).

5. Menjelaskan berbagai

pertimbangan dan tahapan

perencanaan karier di sekolah.

 

6. Menutup pertemuan dengan

memantapkan dan memberi-

kan rangkuman kuliah,menun-

juk beberapa mahasiswa

secara acak untuk menjawab

pertanyaan, dan  meminta

mahasiswa kelompok tugas

(penyaji) menyempurnakan

hasil diskusi kelas, serta

memberikan tugas kepada

mahasiswa kelompok lainnya

untuk mendiskusikan materi

pokok bahasan pertemuan

berikutnya.

Tanya jawab

 

Menanggapi

 

 

 

Tanya jawab.

Mengajukan contoh.

 

Diskusi kelompok.

Presentasi.

Bertanya

Menanggapi

 

 

 

 

 

 

Menanggapi

Penjelasan dosen

 

 

 

 

Membahas rangkuman.

Menjawab pertanyaan

Melaksanakan tugas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

LCD/OHT

 

 

LCD/OHT

Format tugas

Lembar kerja mahasiswa.

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

 

E. Evaluasi

1. Tes lisan di akhir kegiatan pembelajaran.

2. Menjawab soal esai dari buku ajar.

 

F. Referensi

 

Dahlan, S. 2005. Penggunaan inventori Spok Tuah Arahan Diri (STAD) dalam membantu siswa SMA memahami dirinya. Malang. Ilmu Pendidikan: Jurnal kajian teori dan praktik kependidikan. Tahun 32. No. 2. 98-106.

Depdikbud. 1986. Petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Karier menengah kejuruan. Jakarta: Dit Dikmenjur.

Depdikbud. 1985. Petunjuk penggunaan paket Bimbingan dan Konseling Karier menengah umum tingkat atas. Jakarta: Dit Dikdasmen.

Depdikbud. 1983. Bekerja di mana setelah tamat SMA? Depdikbud.

Depnaker dan transimigrasi. 1980. Kelasifikasi jabatan Indonesia. Jakarta: PT Richter Corporation, Ltd.

Gani, R.A. 1986. Bimbingan karier. Bandung: Angkasa raya.

Hattari, P. 1983. Suatu strategi bimbingan karier. Jakarta: Depdikbud.

Holland, J.L. 1985. Making vocational choice: Theory of vocational personalities

& work environments (2nd. Ed.). Englewood Cliffs, New Jersey: Printice-hall.

Cliffs. New Jersey: Printice-hall.

Moekijat, 1986. Perencanaan dan pengambangan karier pegawai. Bandung: Aksara raya.

 

 

 

 

 

 

 

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

 

Mata Kuliah                                   : Bimbingan dan Konseling Karier

Kode Mata Kuliah : KBK 351

Waktu Perkuliahan : 1 x 150 menit

Pertemuan                                      : 11

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator

 

1.   Kompetensi Dasar

Setelah menyelesaikan pokok bahasan muatan program bim-bingan karier

mahasiswa mampu menyusun rencana program layanan bimbingan karier di

sekolah.

 

2.   Indikator

a. Menganalisis isi program Bimbingan dan Konseling Karier.

b. Mengidentifikasi pihak-pihak terkait dalam penyelenggaraan bimbingan karier

di sekolah.

c. Menilai sarana penunjang  yang relevan bagi pelayanan bimbingan karier

di sekolah.

 

  1. Pokok Bahasan

Program Bimbingan & Konseling Karier di Sekolah.

 

  1. Sub Pokok Bahasan

a. Informasi diri.

b. Informasi lingkungan (dunia kerja dan pendidikan).

c. Rencana layanan.

 

  1. Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Media & Alat Pembelajaran
Pembukaan

 

 

 

 

 

 

Penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

1. Melakukan pre tes secara lisan

tentang materi perencanaan.

2. Menjelaskan cakupan materi

dan tujuan mempelajari  prog-

ram bimbingan dan konseling

karier.

 

3. Membahas konsepsi suatu

program layanan dalam bim-

bingan dan konseling karier,

menanyakan dan membuat

contoh muatan suatu program

dalam layanan bimbingan karier

di sekolah kepada mahasiswa.

4. Menugaskan mahasiswa untuk

membahas berbagai muatan

program dalam bimbingan dan

konseling karier di sekolah

dengan  presentasi hasil diskusi

oleh kelompok tugas yang

telah ditunjuk dalam suatu

diskusi kelas (seminar kecil).

5. Menjelaskan sistematika dan

muatan inti suatu program

layanan bimbingan karier di

sekolah.

 

6. Menutup pertemuan dengan

memantapkan dan memberi-

kan rangkuman kuliah, menun-

juk beberapa mahasiswa secara

acak untuk menjawab perta-

nyaan, dan  meminta maha-

siswa kelompok tugas

(penyaji) menyempurnakan

hasil diskusi kelas, serta

memberikan tugas kepada

mahasiswa kelompok lainnya

untuk mendiskusikan materi

pokok bahasan pertemuan

berikutnya.Tanya jawab

 

Menanggapi

 

 

 

 

Tanya jawab.

Mengajukan contoh.

 

 

 

 

 

Diskusi kelompok.

Presentasi.

Bertanya

Menanggapi

 

 

 

 

 

 

Menanggapi

Penjelasan dosen

 

 

 

 

Membahas rangkuman.

Menjawab pertanyaan

Melaksanakan tugas.

 

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

Format tugas

Lembar kerja mahasiswa.

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

 

E. Evaluasi

1. Tes lisan di akhir kegiatan pembelajaran.

2. Menjawab soal esai dari buku ajar.

 

F. Referensi

Dahlan, S. 2005. Penggunaan inventori Spok Tuah Arahan Diri (STAD) dalam membantu siswa SMA memahami dirinya. Malang. Ilmu Pendidikan: Jurnal kajian teori dan praktik kependidikan. Tahun 32. No. 2. 98-106.

Depdikbud. 1986. Petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Karier menengah kejuruan. Jakarta: Dit Dikmenjur.

Depdikbud. 1985. Petunjuk penggunaan paket Bimbingan dan Konseling Karier menengah umum tingkat atas. Jakarta: Dit Dikdasmen.

Depdikbud. 1983. Bekerja di mana setelah tamat SMA? Depdikbud.

Depnaker dan transimigrasi. 1980. Kelasifikasi jabatan Indonesia. Jakarta: PT Richter Corporation, Ltd.

Gani, R.A. 1986. Bimbingan karier. Bandung: Angkasa raya.

Hattari, P. 1983. Suatu strategi bimbingan karier. Jakarta: Depdikbud.

Holland, J.L. 1985. Making vocational choice: Theory of vocational personalities

& work environments (2nd. Ed.). Englewood Cliffs, New Jersey: Printice-hall.

Cliffs. New Jersey: Printice-hall.

 

 

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

 

Mata Kuliah                                   : Bimbingan dan Konseling Karier

Kode Mata Kuliah : KBK 351

Waktu Perkuliahan : 1 x 150 menit

Pertemuan                                      : 12

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator

 

1.   Kompetensi Dasar

Setelah menyelesaikan pokok bahasan muatan program bim-bingan karier

mahasiswa mampu menyusun rencana program layanan bimbingan karier di

sekolah.

 

2.   Indikator

a. Menganalisis isi program Bimbingan dan Konseling Karier.

b. Mengidentifikasi pihak-pihak terkait dalam penyelenggaraan bimbingan karier

di sekolah.

c. Menilai sarana penunjang  yang relevan bagi pelayanan bimbingan karier

di sekolah.

 

  1. Pokok Bahasan

Program Bimbingan & Konseling Karier di Sekolah.

 

  1. Sub Pokok Bahasan

a. Informasi diri.

b. Informasi lingkungan (dunia kerja dan pendidikan).

c. Rencana layanan.

 

  1. Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Media & Alat Pembelajaran
Pembukaan

 

 

 

 

 

 

 

Penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

1. Melakukan pre tes secara lisan

tentang materi program.

2. Menjelaskan cakupan materi

dan tujuan mempelajari  tahap

persiapan dalam suatu layanan

bimbingan dan konseling

karier di sekolah.

 

3. Membahas tahapan langkah

suatu persiapan layanan,

menanyakan dan membuat

contoh tahapan persiapan

layanan bimbingan karier

di sekolah kepada mahasiswa.

 

 

4. Menugaskan mahasiswa untuk

membahas berbagai kegiatan

persiapan suatu layanan dalam

bimbingan dan konseling

karier di sekolah  dengan

presentasi hasil diskusi oleh

kelompok tugas yang telah

ditunjuk dalam suatu diskusi

kelas (seminar kecil).

5. Menjelaskan formasi persiapan

dalam penyelenggaraan dan

pelaksanaan layananbimbingan

dan konseling karier di sekolah

 

6. Menutup pertemuan dengan

memantapkan dan memberi-

kan rangkuman kuliah, menun-

juk beberapa mahasiswa secara

acak untuk menjawab perta-

nyaan, dan  meminta maha-

siswa kelompok tugas

(penyaji) menyempurnakan

hasil diskusi kelas, serta

memberikan tugas kepada

mahasiswa kelompok lainnya

untuk mendiskusikan materi

pokok bahasan pertemuan

berikutnya.

Tanya jawab

 

Menanggapi

 

 

 

 

 

Tanya jawab.

Mengajukan contoh.

 

 

 

 

 

 

Diskusi kelompok.

Presentasi.

Bertanya

Menanggapi

 

 

 

 

 

Menanggapi

Penjelasan dosen

 

 

 

Membahas rangkuman.

Menjawab pertanyaan

Melaksanakan tugas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

Format tugas

Lembar kerja mahasiswa.

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

 

E. Evaluasi

1. Tes lisan di akhir kegiatan pembelajaran.

2. Menjawab soal esai dari buku ajar.

 

F. Referensi

 

Depdikbud. 1986. Petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Karier menengah kejuruan. Jakarta: Dit Dikmenjur.

Depdikbud. 1985. Petunjuk penggunaan paket Bimbingan dan Konseling Karier menengah umum tingkat atas. Jakarta: Dit Dikdasmen.

Gani, R.A. 1986. Bimbingan karier. Bandung: Angkasa raya.

Hattari, P. 1983. Suatu strategi bimbingan karier. Jakarta: Depdikbud.

Moekijat, 1986. Perencanaan dan pengembangan karier pegawai. Bandung: Aksara raya.

 

 

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

 

Mata Kuliah                                   : Bimbingan dan Konseling Karier

Kode Mata Kuliah : KBK 351

Waktu Perkuliahan : 3 x 150 menit

Pertemuan                                      : 13-15

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator

 

1.   Kompetensi Dasar

Setelah menyelesaikan praktik pelaksanaan bimbingan karier mikro di sekolah mahasiswa mampu menyelenggaraan bimbingan karier nyata di sekolah-sekolah.

 

2.   Indikator

a. Menggunakan sarana penunjang yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan

bimbingan karier.

b. Menggunakan pendekatan yang cocok dengan karakteristik layanan.

c. Melaksanakan proses bimbingan karier secara bertahap.

d. Mengorganisasikan data yang dibutuhkan dalam pelayanan bimbingan karier di

sekolah.

 

  1. Pokok Bahasan

Praktik Mikro Layanan Bimbingan & Konseling Karier di Sekolah.

 

  1. Sub Pokok Bahasan

 

  1. Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Media & Alat Pembelajaran
Pembukaan

 

 

 

 

 

 

Penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

1. Melakukan pre tes secara lisan

tentang materi sebelumnya.

2. Menjelaskan cakupan materi

dan tujuan praktik mikro

layanan bimbingan dan

konseling karier di sekolah.

 

3. Menugaskan mahasiswa secara

berkelompok melakukan per-

siapan dan menetapkan for-

masi kegiatan layanan bim-

bingan dan konseling karier

yang akan dilaksanakannya.

4. Meminta mahasiswa melaku-

kan kegiatan praktik mikro

secara bergilir (minimal satu

kali layanan) dan berpartisipasi

aktif selama kegiatan praktik

berlangsung.

5. Membahas dengan melakukan

analisis dan memberikan pen-

jelasan atas langkah-langkah

kegiatan yang dilakukan oleh

mahasiswa dalam praktik

mikro layanan bimbingan dan

konseling karier.

 

6. Menutup pertemuan dengan

memantapkan dan memberi-

kan catatan khusus atas kegiat-

an dan langkah-langkah yang

dilakukan oleh mahasiswa

dalam praktik mikro; menun-

juk beberapa mahasiswa secara

acak untuk memberikan komen

tar pada kegiatan praktik yang

telah dilakukannya;

menugaskan mahasiswa untuk

berdiskusi dan mempersiapkan

diri untuk melakukan layanan

Bimbingan dan Konseling Karier.

Tanya jawab

 

Menanggapi.

Mempersiapkan diri untuk berpraktik.

 

 

Melakukan persiapan praktik.

Tanya jawab.

 

 

 

Berpraktik dalam kelompok belajar masing-masing.

 

 

 

Melaporkan temuan (pengalaman) praktik.

Bertanya.

Menanggapi

 

 

 

 

Menanggapi

Penjelasan dosen

 

 

 

 

Membahas rangkuman.

Menjawab pertanyaan

Melaksanakan tugas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

Panduan praktek mikro

 

 

 

 

Panduan praktek mikro

 

 

 

 

Laporan mahasiswa

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

 

E. Evaluasi

1. Tes lisan di akhir kegiatan pembelajaran.

2. Menjawab soal esai dari buku ajar.

 

F. Referensi

 

Brown, D. Et al. 1985. Career choice and development. San Fransisco: Jessey Bass.

Crites, J.O. 1981. Career counseling: Models, methods, and materials. New York: McGraw-Hill Book Company.

Dahlan, S. 2005. Penggunaan inventori Spok Tuah Arahan Diri (STAD) dalam         membantu siswa SMA memahami dirinya. Malang. Ilmu Pendidikan: Jurnal kajian teori dan praktik kependidikan. Tahun 32. No. 2. 98-106.

________, 2004. Kecenderungan pola sebaran minat jabatan siswa SMU. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. 2 (2): 131-136. Bandarlampung. FKIP.

Depdikbud. 1986. Petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Karier menengah kejuruan. Jakarta: Dit Dikmenjur.

Depdikbud. 1985. Petunjuk penggunaan paket Bimbingan dan Konseling Karier menengah umum tingkat atas. Jakarta: Dit Dikdasmen.

Depdikbud. 1983. Bekerja di mana setelah tamat SMA? Depdikbud.

Depnaker dan transimigrasi. 1980. Kelasifikasi jabatan Indonesia. Jakarta: PT Richter Corporation, Ltd.

Gani, R.A. 1986. Bimbingan karier. Bandung: Angkasa raya.

Hattari, P. 1983. Suatu strategi bimbingan karier. Jakarta: Depdikbud.

Herr, E.L, dan Cramer, S.H. 1979. Career guidance through the life span. Boston little: Brown and company.

Holland, J.L. 1985. Making vocational choice: Theory of vocational personalities

& work environments (2nd. Ed.). Englewood Cliffs, New Jersey: Printice-hall.

Holland, J.H, 1973. Making vocational choice: A Theory of careers. Englewood

Cliffs. New Jersey: Printice-hall.

Manrihu, M.T. 1988. Pengantar bimbingan konseling karier. Jakarta: Ditjen Dikti.

Moekijat, 1986. Perencanaan dan pengambangan karier pegawai. Bandung: Aksara raya.

Patter, H.J. dan Hansen, J.G. 1977. Vocational and career development. New York: Macmillan publishing Co.

Semiawan, C.R. 1983. Apa, mengapa, dan bagaimana bimbingan karier. Jakarta: BP3K.

Sukardi, D.K. 1984. Bimbingan karier. Jakarta:Ghalia Indoensia. Gramedia.

 

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

 

Mata Kuliah                                   : Bimbingan dan Konseling Karier

Kode Mata Kuliah : KBK 351

Waktu Perkuliahan : 1 x 150 menit

Pertemuan                                      : 16

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator

 

1.   Kompetensi Dasar

Setelah menyelesaikan pokok bahasan penilaian bimbingan karier mahasiswa

mampu menganalisis kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling Karier.

 

2.   Indikator

a. Melaksanakan evaluasi proses  penyelengaraan bimbingan karier.

b. Menilai keberhasilan pelayanan Bimbingan dan Konseling Karier.

c. Melaksanakan tindak lanjut kegiatan bimbingan karier.

 

  1. Pokok Bahasan

Evaluasi dan Tindak Lanjut dalam Bimbingan Konseling Karier di Sekolah.

 

  1. Sub Pokok Bahasan

1. Evaluasi.

2. Tindak lanjut.

 

  1. Kegiatan Pembelajaran

 

Tahap Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Media & Alat Pembelajaran
Pembukaan

 

 

 

 

Penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

1. Melakukan pre tes secara lisan

tentang materi sebelumnya.

2. Menjelaskan cakupan materi

dan tujuan pokok bahasan

evaluasi dan tindak lanjut.

3. Membahas prinsip-prinsip

pokok pelaksanaan evaluasi

dan tindak lanjut.

4. Menugaskan mahasiswa untuk

membahas berbagai prinsip

dan langkah-langkah serta

prosedur pelaksanaan evaluasi

dan tindak alnjut dalam

bimbingan dan konseling karier

di sekolah  dengan  presentasi

hasil diskusi oleh kelompok

tugas yang telah ditunjuk

dalam suatu diskusi kelas

(seminar kecil).

5. Menjelaskan prinsip dan

tahapan-tahapan dalam

pelaksanaan kegiatan evaluasi

dan tindak lanjut layanan

bimbingan dan konseling

karier di sekolah.

6. Menutup pertemuan dan

sekaligus menutup perkuliahan

dengan memantapkan dan

mereviu materi-materi per-

kuliahan, menunjuk beberapa

mahasiswa secara acak untuk

menjawab pertanyaan, dan

meminta mahasiswa memper-

siapkan diri menghadapi ujian

akhir asmester.

Tanya jawab

 

Bertanya

Menanggapi.

 

Bertanya

Menanggapi.

 

Presentasi (seminar kecil).

Berdiskusi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bertanya.

Menanggapi

penjelasan dosen

 

 

 

 

Membahas dan menyempurnakan  rangkuman.

Menjawab pertanyaan

Melaksanakan tugas.

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

LCD/OHT

Makalah (laporan diksuisi) kelompok

 

 

 

 

 

 

LCD/OHT

 

 

 

 

 

 

 

 

E. Evaluasi

1. Tes lisan di akhir kegiatan pembelajaran.

2. Menjawab soal esai dari buku ajar.

 

F. Referensi

 

Brown, D. Et al. 1985. Career choice and development. San Fransisco: Jessey Bass.

Crites, J.O. 1981. Career counseling: Models, methods, and materials. New York: McGraw-Hill Book Company.

Dahlan, S. 2005. Penggunaan inventori Spok Tuah Arahan Diri (STAD) dalam         membantu siswa SMA memahami dirinya. Malang. Ilmu Pendidikan: Jurnal kajian teori dan praktik kependidikan. Tahun 32. No. 2. 98-106.

________, 2004. Kecenderungan pola sebaran minat jabatan siswa SMU. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. 2 (2): 131-136. Bandarlampung. FKIP.

Depdikbud. 1986. Petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Karier menengah kejuruan. Jakarta: Dit Dikmenjur.

Depdikbud. 1985. Petunjuk penggunaan paket Bimbingan dan Konseling Karier menengah umum tingkat atas. Jakarta: Dit Dikdasmen.

Depdikbud. 1983. Bekerja di mana setelah tamat SMA? Depdikbud.

Depnaker dan transimigrasi. 1980. Kelasifikasi jabatan Indonesia. Jakarta: PT Richter Corporation, Ltd.

Gani, R.A. 1986. Bimbingan karier. Bandung: Angkasa raya.

Hattari, P. 1983. Suatu strategi bimbingan karier. Jakarta: Depdikbud.

Herr, E.L, dan Cramer, S.H. 1979. Career guidance through the life span. Boston little: Brown and company.

 

Bandarlampung, September 2010

Pengampu,

 

 

Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd.

NIP 19591110 1986031005

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL R I

UNIVERSITAS LAMPUNG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

NASKAH TUGAS AKHIR SEMESTER TAHUN 2010

 

MATA KULIAH       : BIMBINGAN DAN KONSELING KARIER

KOPEL/SKS              :

DOSEN PENGAMPU: SYARIFUDDIN DAHLAN/YUSMANSYAH

 

TUGAS

 

Setiap mahasiswa yang mengambil mata kuliah Bimbingan dan Konseling Karier diharuskan membuat satu makalah ilmiah yang memuat uraian tentang materi perkuliahan sebagai tugas/ujian akhir smester dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Ikhtisar berkenaan dengan materi perkuliahan Bimbingan Karier/KBK 351.
  2. Pilihlah satu judul makalah dari sejumlah judul yang ditawarkan oleh Dosen Pengampu yang tercantum pada bagian akhir naskah ini.
  3. Cakupan muatan makalah disesuaikan dengan judul yang Anda pilih.
  4. Jumlah halaman isi makalah berkisar 8-10 halaman kwarto yang diketik 1,5 spasi.
  5. Aturan pengetikan dan teknik penulisan makalah mengikuti buku pedoman penulisan ilmiah Universtas Lampung (Buku Hijau: Edisi terbaru).
  6. Makalah dikumpulkan kepada dosen pengampu mata kuliah pada waktu UAS dilangsungkan (lihat dan sesuaikan dengan jadwal UAS dari fakultas atau program studi).
  7. Sistematika penulisan ditentukan sebagai berikut:

 

SISTEMATIKA MAKALAH

 

BAGIAN AWAL

Halaman kulit

Pengantar

Daftar isi, dan sebagainya.

 

BAGIAN ISI

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang
  2. Tujuan
  3. Masalah/topik bahasan

INTI

  1. Paparan teoritis tentang materi yang dikaji.
  2. Sajian pengalaman Anda tentang program pelayanan bimbingan karier.
  3. Issu yang berkembang dan tanggapan Anda.

PENUTUP

1. Kesimpulan/Ringkasan

2. Soal-soal latihan pendalaman

3. Daftar pustaka

 

BAGIAN AKHIR

 

 

DAFTAR PILIHAN JUDUL MAKALAH TUGAS AKHIR SEMESTER

BIMBINGAN DAN KONSELING KARIER DI SEKOLAH

 

  1. Hakikat Pemilihan Karier di Kalangan Siswa Sekolah Menengah.
  2. Pelayanan Konseling Karier di Sekolah Menengah yang Tersedia.
  3. Ciri-ciri Siswa yang Pilihan Kariernya Mantap.
  4. Kecenderungan Pilihan Karier Siswa Laki-laki dan Perempuan.
  5. Asumsi Dasar Kerja Teori Pilihan Karier Holland.
  6. Rumusan dan Assesmen Kepribadian Vokasional Holland.
  7. Model Lingkungan Kerja dalam Teori Holland.
  8. Pemilihan Karier dan Pola Asuh Keluarga.
  9. Perkembangan Karier dan Perjalanan Kehidupan Seseorang.
  10. Prinsip-prinsip Layanan Bimbingan dan Konseling Karier.
  11. Dinamika Dunia Kerja dan Perkembangan Karier.
  12. Pendekatan Eklektif dalam Konseling Karier.
  13. Model Bimbingan dan Konseling Karier Perkembangan.
  14. Faktor-faktor  Pertimbangan dalam Pemilihan Karier.
  15. Tahapan-tahapan Pembuatan Keputusan Karier.
  16. Pengetesan dan Assesmen dalam Konseling Karier: Perlukah?
  17. Informasi Pendidikan dan Dunia Kerja dalam Bimbingan dan Konseling Karier.
  18. Orientasi Pendidikan dan Latihan.
  19. Orientasi Kerja pada Dunia Usaha.
  20. Kaedah-kaedah Pokok Penilaian Bimbingan Karier.
  21. Metoda dan Teknik Penilaian Bimbingan Karier.