{"id":359,"date":"2024-10-08T10:07:07","date_gmt":"2024-10-08T03:07:07","guid":{"rendered":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/?p=359"},"modified":"2024-10-08T10:36:11","modified_gmt":"2024-10-08T03:36:11","slug":"sisi-lain-dunia-perbankan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/2024\/10\/08\/sisi-lain-dunia-perbankan\/","title":{"rendered":"Sisi Lain Dunia Perbankan"},"content":{"rendered":"<p>Saya ingin berbagi pengalaman pribadi tentang dunia perbankan. Pengalaman yang baru saja saya alami dua hari yang lalu tentang dunia perbankan.<\/p>\n<p>Sebelum pembahasan kita lebih jauh, Disklaimer bahwa apa yang saya sampaikan pada tulisan ini adalah pyur padangan dan pengalaman saya pribadi. Tidak bermaksud untuk membuat gaduh, menghina, apalagi fitnah.<\/p>\n<p>Disklaimer ini perlu saya lakukan untuk menghindari dari jerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hal ini juga penting untuk mengulas lebih tajam serta merdeka jiwa raga dan akal sehatnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_360\" aria-describedby=\"caption-attachment-360\" style=\"width: 692px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-360 size-full\" src=\"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/10\/bank.jpg\" alt=\"\" width=\"692\" height=\"423\" srcset=\"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/10\/bank.jpg 692w, https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/10\/bank-300x183.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 692px) 100vw, 692px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-360\" class=\"wp-caption-text\">Ilustarai (https:\/\/mapcorner.wg.ugm.ac.id\/)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Oke kita mulai.<\/p>\n<p>Saya menjadi teringat perkataan yang sering disampaikan oleh beberapa orang. &#8220;Jauhi riba, jauhi bank, uang kita tidak aman disana&#8221;. &#8220;Bank menjerat kita, belilah segala sesuatu dengan tunai&#8221;.<\/p>\n<p>Awalnya saya memandang aneh bagi orang yang anti dan kaku dengan bank. Jujur saya tidak sepenuhnya sepakat dengan perkataan\/ pernyataan diatas. Tapi pada beberapa bagian saya setujuh.<\/p>\n<p>Menyambung pada paragraf pertama postingan ini. Saya mendapatkan Whatsapp (WA) dari bank tempat saya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah saya. Saya sangat terkejut dengan pesan yang disampaikan lewat\u00a0 WA tersebut. Bagaimana tidak, setelah sekian tahun masih ada kenaikan angsuran.<\/p>\n<p>Saya memahami bahwa bahwa hampir semua bank konvensional memang memberikan suku bunga bertahap. Akan tetapi, kenaikan bertahan ini tentu mengikuti mekanisme dari Bank Indonesia sebagai bank <em>central.\u00a0<\/em>Biasanya dibagi bertahap tahun ke 1 &#8211; 2 (suku bunga ringan\/promosi) , tahun 2-4 (suku bungan normal), dan tahun ke 5 hingga selesai (Floating dengan asumsi suku bunga tertinggi maksimal 13%).<\/p>\n<p>Ingat betul pada benak saya ketika akan melakukan akad kredit, bahwa angsuran akan berubah seiring tahun berjalan mengikuti mekanisme suku bunga kredit diatas. Tetapi yang membuat saya kaget adalah, mengapa saya dikenakan kebijakan suku bunga 16%?<\/p>\n<p>Perubahan suku bunga ini tentu berimbas pada kenaikan angsuran saya. Kenaikan pertama yang saya alami sebesar 400 rban pada tahun ke 3, kemudian naik 400 rban,- pada tahun ke 5, dan terakhir kenaikan sebesar 150 rban. Lebih dari satu juta kenaikannya. Luar biasa.<\/p>\n<p>Sampai pada kenaikan ke-2 saya tidak persoalkan karena memang sudah dijelaskan pada saat pertama kali akad. Hal yang sulit saya terima adalah kenaikan yang pada awal dikatakan hanya 13 % menjadi 16%. Apakah kenaikan ini mengikuti kenaikan pusat? atau hanya kebijakan dari cabang bank KPR ini saja? tolong berikan informasi ke saya bagi siapa saja yang tau persoalan ini.<\/p>\n<p>Tujuan saya bukan berbagi kabar tidak menguntungan saya ini, tapi saya ingin menyampaikan pandangan saya terhadap dunia perbankan. Boleh setuju, boleh tidak ini menurut pandangan saya.<\/p>\n<p>Pertama<\/p>\n<p>Jika masih memungkian untuk membeli barang\/ sesuatu tahankan dulu jika dilakukan secara mengansur atau melalui bank. Selain banyak administrasi ini itu, hutang kita berbunga yang ditambahkan pada pokok hutang yang kita angsur. Bahkan tidak sedikit jika dihitung total semua angusran totalnya bisa menjadi dua kali lipat dari harga cashnya.<\/p>\n<p>Kedua<\/p>\n<p>Jika memang harus meminjam bank baik untuk KPR atau modal usaha pastikan mencari bank dengan program suku bungan ringan\/ rendah. Pastikan informasinya jelas biaya admin, asuransi jiwa, asuransi obyek pinjaman, provisi, jaminan, juga apakah ada kenaikan bertahap atau <em>flat.<\/em><\/p>\n<p>Ketiga<\/p>\n<p>Pastikan menyimpan atau meminta semua dokumen aslinya (jika memungkinkan) serta copyannya. Hal ini penting untuk meminimalisir potensi masalah di kemudian hari (baik antara pemohon &#8211; pembiayaan\/ bank &#8211; pengembang\/ penjual). Dokumen-dokumen itu menjadi dasar penyelesaian perselisihan jika terjadi.<\/p>\n<p>Oke, saya kira sampai disini dulu&#8230; jika terlalu panjang pembaca akan bosan. Kita akan lanjutkan pada postingan berikutnya jika ada request. Tidak ada penutup pada postingan ini. saya kira pesannya sudah jelas.<\/p>\n<p>Pandailah mengatur keuanganmu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya ingin berbagi pengalaman pribadi tentang dunia perbankan. Pengalaman yang baru saja saya alami dua<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":360,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,1],"tags":[],"class_list":["post-359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nalar-kritis","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=359"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":363,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359\/revisions\/363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/media\/360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}