{"id":721,"date":"2025-07-08T23:38:23","date_gmt":"2025-07-08T16:38:23","guid":{"rendered":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/?p=721"},"modified":"2025-07-08T23:42:10","modified_gmt":"2025-07-08T16:42:10","slug":"bukan-presiden-inilah-pemegang-kekuasaan-tertinggi-di-iran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/2025\/07\/08\/bukan-presiden-inilah-pemegang-kekuasaan-tertinggi-di-iran\/","title":{"rendered":"Bukan Presiden, Inilah Pemegang Kekuasaan Tertinggi di Iran"},"content":{"rendered":"<p>Entah mengapa, akhir-akhir ini saya merasa begitu tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan Iran. Rasanya seperti menemukan \u201crumah kedua\u201d setelah Indonesia tercinta.<\/p>\n<p>Mungkin karena saya terlalu sering membaca topik-topik tentang Iran, <em>mbah Google<\/em> pun seperti tahu isi hati saya. Beranda media sosial saya penuh dengan artikel dan video menarik seputar negara ini.<\/p>\n<p>Salah satu hal yang paling mencuri perhatian saya adalah struktur kekuasaan di Iran. Berbeda dari banyak negara lain, pemegang kekuasaan tertinggi di sana bukanlah seorang Presiden, bukan pula seorang Menteri. Lalu, siapa?<\/p>\n<figure id=\"attachment_722\" aria-describedby=\"caption-attachment-722\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-722 size-full\" src=\"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2025\/07\/Profil-Negara-Republik-Islam-Iran.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"280\" srcset=\"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2025\/07\/Profil-Negara-Republik-Islam-Iran.jpg 640w, https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2025\/07\/Profil-Negara-Republik-Islam-Iran-300x131.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-722\" class=\"wp-caption-text\">Negara Republik Islam Iran dalam peta (sumber: ilmupengetahuanumum.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jika kita bicara tentang Iran, maka kita tidak bisa melihatnya hanya sebagai sebuah republik dengan sistem presidensial biasa. Iran adalah Republik Islam, sebuah bentuk negara yang unik karena memadukan unsur demokrasi modern dengan kepemimpinan religius.<\/p>\n<p>Pada puncak piramida kekuasaan Iran berdiri Pemimpin Tertinggi atau yang dikenal sebagai <em>Rahbar<\/em>. Saat ini, posisi itu dipegang oleh Ayatullah Ali Khamenei, penerus Ayatullah Khomeini.<\/p>\n<p>Ia bukan hanya pemimpin simbolik, melainkan figur paling berkuasa di negara ini. Dari yang saya baca dari berbagai sumber, Rahbar memiliki wewenang diantaranya:<\/p>\n<ol>\n<li>Menentukan arah kebijakan luar negeri dan dalam negeri<\/li>\n<li>Mengangkat komandan militer, kepala kehakiman, dan media negara<\/li>\n<li>Memberikan persetujuan akhir atas pemilihan presiden dan parlemen<\/li>\n<li>Menjadi suara terakhir dalam keputusan strategis, termasuk perang dan damai<\/li>\n<\/ol>\n<p>Rahbar dipilih bukan oleh rakyat langsung, melainkan oleh sebuah lembaga bernama Majelis Khubregan (Majelis Ahli), yang terdiri dari ulama senior.<\/p>\n<figure id=\"attachment_723\" aria-describedby=\"caption-attachment-723\" style=\"width: 628px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-723 size-full\" src=\"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2025\/07\/pemimpin-tertinggi-iran-ayatollah-ali-khameini-foto-irna-29.jpg\" alt=\"\" width=\"628\" height=\"442\" srcset=\"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2025\/07\/pemimpin-tertinggi-iran-ayatollah-ali-khameini-foto-irna-29.jpg 628w, https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2025\/07\/pemimpin-tertinggi-iran-ayatollah-ali-khameini-foto-irna-29-300x211.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 628px) 100vw, 628px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-723\" class=\"wp-caption-text\">Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameini (Foto: Irna jpnn.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selanjutanya, di bawah Pemimpin Tertinggi ada Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu nasional setiap 4 tahun. Presiden bertugas sebagai kepala pemerintahan, memimpin kabinet, dan menjalankan roda pemerintahan harian.<\/p>\n<p>Presiden juga bertanggung jawab dalam:<\/p>\n<ol>\n<li>Urusan ekonomi dan pembangunan nasional<\/li>\n<li>Diplomasi dan hubungan bilateral (dengan persetujuan Rahbar)<\/li>\n<li>Mengusulkan kebijakan publik dan mengawasi kementerian<\/li>\n<\/ol>\n<p>Namun, dalam hal ideologi dan keamanan nasional, suara presiden tidak bisa melebihi Rahbar. Saat ini, Presiden Iran adalah Masoud Pezeshkian (terpilih tahun 2025)<\/p>\n<p>Iran bukan monarki, tapi juga bukan demokrasi sekuler. Suara rakyat tetap didengar melalui pemilu, namun tetap berada di bawah pengawasan prinsip-prinsip Islam yang ditafsirkan oleh ulama tinggi.<\/p>\n<p>Struktur ini menjadikan Iran berbeda dari negara manapun di dunia, dengan kekuasaan politik yang disaring oleh kekuasaan religius.<\/p>\n<p>Hal yang paling menarik menurut saya adalah kekuatan tertinggi di Iran tidak hanya berada di tangan seorang individu, tapi pada sistem yang dibangun berdasarkan kepercayaan.<\/p>\n<p>Bahwa agama dan negara bisa berjalan beriringan, berdiri seorang Rahbar di tengahnya. Bukan sekedar sebagai pemimpin negara, tetapi penjaga arah moral dan ideologis bangsa.<\/p>\n<p>Saya pribadi melihat bahwa sistem ini cukup efektif dalam menjaga arah dan kestabilan negara sebesar Iran.<\/p>\n<p>Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah sistem seperti ini bisa efektif diterapkan di negara kita? Silakan tulis pendapat Anda di kolom komentar<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Entah mengapa, akhir-akhir ini saya merasa begitu tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan Iran.<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,1],"tags":[],"class_list":["post-721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nalar-kritis","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=721"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":726,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions\/726"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/media\/722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staff.unila.ac.id\/erwanto\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}