04/30/2026
UKT

Universitas Lampung (Unila) resmi merilis besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru jalur SNBT pada Selasa malam. Penetapan ini berdasarkan data yang telah diisi oleh calon mahasiswa melalui akun Sidakma.

Isian data ini kemudian divalidasi oleh tim verifikator di tiap fakultas, termasuk Fakultas Teknik (FT). Hasil akhirnya berupa skoring yang menentukan besar kecilnya UKT masing-masing mahasiswa.

Bagaimana UKT kalian? Aman? Atau masih terasa berat?

Ilustrasi (sumber: sman1manggar.sch.id)

Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi catatan reflektif bagi calon mahasiswa baru (camaba), khususnya yang diterima di Fakultas Teknik. Ayo kita mulai…

Pertama: Tidak ada angka UKT yang mutlak “besar” atau “kecil”, besar kecil UKT itu relative semua bergantung pada kondisi dan persepsi masing-masing. Bagi sebagian orang, UKT sebesar 5,4 juta terasa wajar. Tapi bagi yang lain, bahkan 2,4 juta pun masih terasa memberatkan.

Poin yang mau saya sampaikan adalah berapapun besar UKT yang telah ditetapkan, sebagian besar dari kita tetap merasa terlalu besar. Lihat saja hari ini, hampir 80% camaba Fakultas Teknik mengajukan banding. Ada apa sebenarnya?
Jawabannya, mungkin hanya rumput yang bergoyang yang tahu.

Kedua: Bagi camaba yang merasa UKT-nya sudah sesuai kondisi ekonominya, selamat! Segera lanjutkan proses pembayaran dan registrasi hingga memperoleh Nomor Pokok Mahasiswa (NPM). Dengan keluarnya NPM ini kalian resmi menyandang status sebagai Mahasiswa FT Unila.

Namun bagi yang merasa keberatan, kalian masih bisa mengajukan banding. Pelajari mekanismenya dengan cermat, terutama saat memilih opsi keberatan. Kesalahan klik bisa menyebabkan banding langsung ditolak oleh sistem.

Tangkapan layar mekanisme banding (sumber: Instagram FT)

Ketiga: Pastikan kalian mengumpulkan dokumen-dokumen yang disyaratkan. Jangan lupa timeline pengajuan bandingnya, jangan sampai terlambat. Saya telah membuat urain singkat pada postingan saya sebelumnya, atau bisa klik disini untuk melihat detailnya.

Penutup pada tulisan ini,

Jarak antara rasa syukur dan merasa kurang itu setipis tisu. Tapi bukan berarti kita berhenti berikhtiar. Kalau UKT-mu sudah pas, maka berikanlah kesempatan bagi yang lebih membutuhkan. Namun jika terasa berat, jangan ragu mengajukan banding.

Tidak ada makan siang yang gratis, setiap perjuangan butuh pengorbanan. Tapi kita tetap bisa memilih untuk melangkah dengan bijak dan adil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

39 − 36 =