April 29, 2026
WhatsApp Image 2024-10-21 at 11.19.19

Tahun ini Indonesia mendapat sentilan keras terkait keamanan siber dimana pada akhir Juni 2024 server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) diretas. baca selengkapnya pada https://news.detik.com/berita/d-7410549/server-pdns-diretas-guru-besar-it-tak-ada-sistem-yang-dijamin-keamanannya.

Tak lama kemudian, Saya mendapat pengalaman yang sama ketika saya selaku pengelola sistem pada Biro Akademik dan Kemahasiswaan mengakses Sistem Registrasi dan Sistem Informasi Akademik Registrasi dan Statistik (Siars) menyadari bahwa kamipun diretas judi online (judol) seperti gambar berikut:

Gambar 1. Alamat siars.unila.ac.id diganti Slot Demo

Gambar 2 Akun kopicuan691@gmail.com masuk ke dalam sistem siars

Gambar 3 Akun kopicuan691@gmail.com teridentifikasi dapat mengelola siars.unila.ac.id

Gambar 4 Akun kopicuan691@gmail.com berhasil dihapus dalam pengguna akun siars

Berdasarkan pengalaman-pengalaman tersebut maka saya rasa tepat jika saya juga turut hadir pada Workshop Keamanan Siber 2024 yang telah dilaksanakan pada hari Senin, 21 Oktober 2024, di Emersia Hotel yang diselenggarakan Universitas Lampung (Unila) melalui Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK).

Workshop ini menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN RI), yaitu:

  • Ratna Prabowo, S.T.  dengan materinya yaitu Penguatan Pengelolaan Sistem Informasi yang menjelaskan macam-macam ancaman terhadap sistem informasi, Kewajiban dalam Pengamanan Sistem Informasi dan 3 Pilar Keamanan Siber ( Sumber Daya Manusia, Kebijakan dan Teknologi).
  • Dilanjutkan dengan materi tentang Deteksi dan Mitigasi Ancaman Keamanan Siber yang disampaikan oleh Teguh Puji Laksono, S.Kom. Materi yang cukup berat bagi saya mengingat keterbatasan pengetahuan saya terkait sistem informasi dan pengelolaannya, dijelaskan dimulai dari latar belakang terkait sistem keamanan siber, seberapa besar perhatian terhadap keamanan siber, lalu dibuka juga data terkait serangan siber di Indonesia tahun 2024, Kemudian dijelaskan bagaimana cara-cara dana macam-macam serangan siber yang dapat disimpulkan bahwa tidak ada sistem yang 100 persen aman. materi ini ditutup dengan petuah dari MAYJEN TNI DR. ROEBIONO KERTOPATI(1914 – 1984) BAPAK PERSANDIAN REPUBLIK INDONESIA  “(Ingatlah) Kechilafan Satu Orang Sahaja Tjukup Sudah Menjebabkan Keruntuhan Negara”.
  • Hingga pada materi terakhir Agung Setiaji, S.ST. mengajak kami untuk menggunakan Wazuh dalam mendeteksi peretasan pada ip yang telah dibagikan. Di sini otak saya rasanya panas, tak sanggup melihat banyak sekali coding yang terdeteksi. Hanya mampu naik turunkan kursor dan mencari kesana kemari yang saya tak pahami apa yang harus saya cari, Sampai tulisan ini terbit, kesan yang saya dapatkan pada Workshop ini yaitu sangat bermanfaat, menyadarkan peserta akan pentingnya peran keamananan siber dan untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan sistem informasi.