Dalam tujuan utama untuk mewujudkan Satu Data University, Universitas Lampung melalui UPT TIK mengadakan Workshop Tata Kelola Sistem Informasi Terintegrasi Unila pada Tahun 2024 yang mengusung tema “Transformasi Digital dan Singkronisasi Menuju Satu Data Unversity”.
Narasumber pertama disampaikan oleh Dean Apriana Ramadhan, S.Kom., M.Kom. How We Handle This “Things” menjelaskan urutan best practice Tata Kelola Sistem Informasi yang diterapkan Institut Pertanian Bogor (IPB) berikut:
- 1. Data adalah bukti kinerja
2. Data dikelola oleh Tim Teknologi Informasi
3. Strategi bagi Tata kelola dan Kelembagaan yaitu Daily routine bersifat Research and development (RND)
4. Core Data Perguruan Tingggi ada 2 yaitu Data Akademik dan Data Kepegawaian
5. Kelola 2 Core Data tersebut untuk dianggarkan data (at any cost)
6. Kerjasama terkait pengelolaan baik hasil valid maupun data salah bukan hanya tim IT, tapi ada juga dari users dan stakeholder
7. Whos doing What, dibagi beberapa squad contohnya jaringan squad, server squad, pengembang aplikasi squad dan data squad
8. Membangun budaya keamanan siber dengan ubah password karena akun tanggung jawab pengguna
9. Backup at anycost, backup merupakan satu-satunya cara untuk recovery ransomware
10. ZERO TRUST and Priviledge Monitoring : Membuat SOP yang jelas dan lengkap terkait otorisasi data user, pakta kewajiban menjaga Rahasia Non Disclousure Agreement (NDA)
11. Menginvestasikan untuk Bagian ICT talent
12. Audit : dengan mulai meminta Audit Security ke BSSN
Muhammad Abrar Istiadi, S.Kom., M.Kom. sebagai pemateri terakhir menyampaikan tentang Teknis Pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi Institusi, “cara untuk otorisasi data API adalah semua unit kerja (program studi, fakultas dan rektorat) hanya dapat menggunakan API tertentu yang diberikan akses.” katanya. (28 Oktober 2024)