Pengabdian kepada masayarakat kali ini berjudul Sosialisasi Media Pembelajaran Tari (Mentari) Anak Tuna Netra Bagi Guru Sekolah Luar Biasa dan Komunitas Tuna Netra di Bandar Lampung. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama tiga hari yaitu tanggal 1-3 September 2023. Kegiatan sosialsisasi dilakukan dengan 2 kegiatan yaitu offline (tatap muka secara langsung) dan online (melalui video conference dan social media) hal ini dilakukan guna memfasilitasi seluruh guru, komunitas maupun orang tua dari anak-anak tuna netra di Bandar Lampung. Kegiatan offline dilakukan di kampus A FKIP Panglima Polim. Seluruh peserta berjumlah sekitar 25 orang yang merupakan guru di Sekolah Luar Biasa, Komunitas ataupun orang tua dari anak tuna Netra tersebut.
Tujuan dari kegitan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pihak sekolah, guru, wali murid ataupun komunitas tuna netra tentang pentingnya pembelajaran tari bagi anak tuna netra. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan media pembelajaran tari bagi anak berkebutuhan khusus yang sebelumnya telah dirancang sedemikian rupa untuk dapat digunakan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah Luar Biasa A Bina Insani Bandar Lampung, diperoleh informasi bahwa pemahaman mengenai pentingnya pembelajaran tari bagi anak tuna netra masih sangat kurang, tari hanya dianggap sebagai pelengkap. Selain itu, tenaga pengajar dan media yang baik digunakan untuk pelaksanaan pembelajaran tari di sekolah juga masih sangat kurang. Untuk itu sosialisai media pembelajaran tari kepada para guru, komunitas ataupun wali murid tersebut dirasa sangat penting untuk dilakukan.
Berdasarkan hasil pengamatan tim pengabdian kepada sekolah luar biasa bagi anak tuna netra di Bandar Lampung, didapatkan hasil bahwa minimnya jumlah guru dengan latar belakang Pendidikan tari yang ada pada sekolah luar biasa khusus anak tuna netra di Bandar Lampung. Mensiasati hal tersebut, maka tim pada tahun 2022 melalui penelitiannya mengembangakn sebuah media pembelajaran berbasis video ingteraktif yang diberi judul Mentari. Merupakan media pembelajaran yang dikhususkan untuk pembelajaran tari bagi anak tuna netra. Pada tahun 2023 ini, produk penelitian tersebut akan disosialisasikan kepada para guru, komunitas atau juga memungkinkan untuk para orang tua atau wali murid yang memiliki anak berkebutuhan khusus (tuna netra). Pembelajaran Tari bagi anak tuna netra berfungsi untuk melatih kecerdasan motorik dan kecerdasan kinestetik. Kecerdasan tersebut membantu anak untuk mengaktifkan bagian tubuhnya yang jarang digunakan, sehingga dapat mengoptimalkan gerak tubuhnya.
Kegiatan ini melibatkan tiga dosen dari Program Studi Pendidikan Tari FKIP Universitas Lampung. Dimana ketiga dosen ini pada tahun 2022 telah melakukan sebuah penelitian pengembangan yang menghasilkan media pembelajaran tari bagi anak tuna netra. Ketiga dosen tersebut adalah ketua dan juga tim dalam pengabdian ini. Ketua sekaligus pemateri pada sosialsisasi ini adalah Afrizal Yudha Setiawan, M.Pd. merupakan dosen dengan keahlian musik yang berkonstribusi dalam pemilihan jenis music yang tepat untuk media pembelajaran yang akan disosialisasikan ini. Selanjutnya adalah Nabilla Kurnia Adzan, M.Pd, dalam pembuatan media dan juga sosialisasi media ini ia berperan dalam hal pencarian metode pembelajaran tari yang tepat untuk anak tuna netra serta mencari gerakan yang paling bisa diikuti oleh anak-anak tuna netra. Yang terakhir adalah Amelia Hani Saputri, M.Pd yang berperan sebagai penanggung jawab media pembelajaran. Kegiatan ini dibantu juga oleh dua orang mahasiswa yang juga terlibat dalam penelitian pada tahun sebelumnya.
Berikut Media Pembelajarannya https://youtu.be/DeCS830YDTk?si=DzXgo6A35O84Xi24