Ada hal menarik paska pelaksanaan kegiatan pemilihan mahasiswa berprestasi di Fakultas Teknik Universitas Lampung kemarin. Sampai detik ini masih belum hilang, justru makin menggila. I’m obsessed with English.
Berawal dari kekaguman saya pada para peserta yang semuanya menyampaikan paparannya dengan Bahasa Inggris. Mereka masih muda-muda, tetapi kemampuan bahasanya Inggrisnya luar biasa.
Saya membayangkan apakah saya bisa menguasai Bahasa Inggris dengan baik seperti mereka suatu saat nanti. Atau bagaimana anak saya suatu saat nanti bisa berbicara Bahasa Inggris dengan mudah seperti Bahasa ibu kita.
Yap…
Saya baru saja memulainya dengan membaca buku-buku dasar tentang mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Dengan dukungan anak saya sebagai patner, mudah-mudahan saya bisa menguasai dengan lebih mudah dan cepat he he…
Lalu mengapa kita harus bisa Bahasa Inggris?

Kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar kelebihan tambahan, melainkan kebutuhan penting untuk mempersiapkan masa dapan yang lebih baik. Bahasa Inggris bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai kunci untuk mengakses peluang penddikan, serta karier yang lebih luas.
Mengapa begitu?
Pertama-tama, menguasai bahasa Inggris membuka akses terhadap peluang pendidikan internasional. Banyak universitas terkemuka di dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai medium pengajaran. Dengan kemampuan ini, mahasiswa dapat mengikuti program studi di luar negeri, serta membangun jaringan global yang berharga untuk karier masa depan mereka.
Selain itu, bahasa Inggris menjadi jembatan menuju karier yang sukses di dunia kerja global saat ini. Banyak perusahaan multinasional memprioritaskan kandidat yang mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa ini.
Kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memungkinkan untuk berkolaborasi dengan profesional dari berbagai latar belakang budaya, menghadapi tantangan global, dan menangkap peluang bisnis yang lebih luas.
Tentu masih banyak lagi alasannya, poin pentingnya bahwa menguasai bahasa Inggris bukanlah sekadar kelebihan tambahan, melainkan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Dengan memperkuat kemampuan ini sejak dini, individu tidak hanya meningkatkan potensi akademis dan profesional mereka, tetapi juga membangun pondasi yang kuat untuk membangun masa depan.
Pada akhir tulisan ini saya mengajak pada Readers sekalian, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kita belajar bukan hanya untuk kita, tapi menyiapkan anak-anak kita untuk masa depannya yang lebih terang.