04/30/2026
Fakultas Teknik - 23

Hari ini 2 Mei 2025. Saya tiba di kampus lebih pagi dari biasanya, bukan karena mendapat jadwal menjadi pengawas UTBK tapi untuk mengikuti hari upacara Peringatan Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Mungkin tak banyak dari kita yang benar-benar tahu apa itu Hardiknas, mengapa selalu dikaitkan dengan Ki Hajar Dewantara, dan mengapa setiap tahun diperingati di sekolah, kampus, atau instansi lain.

Kalau penasaran, silakan cari di internet ya informasinya sangat lengkap. Tapi, dalam tulisan kali ini, saya ingin mengajak pembaca untuk membahas hal yang semoga lebih inspiratif.

Ya…

Ki Hajar Dewantara selalu menjadi sosok sentral dalam peringatan Hardiknas. Beliau adalah pelopor pendidikan nasional Indonesia, yang mengajarkan kita bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara dan pondasi utama dalam membangun generasi yang maju.

Namun, tak hanya Ki Hajar Dewantara, ada pula tokoh-tokoh lain yang ikonik dalam sejarah pendidikan Indonesia, dari masa pra-kemerdekaan hingga masa kini. Menurut saya, figur yang mengilhami banyak orang dalam dunia pendidikan salah duanya adalah tokoh idola saya, BJ Habibie dan Anies R. Baswedan.

Tokoh inspiratif (Ilustrasi: Erwanto)

BJ Habibie pernah mengatakan “Pendidikan tidak menjamin sukses, tapi tanpa pendidikan, kehidupan ini menjadi lebih sulit.” Ungkapan ini menyoroti betapa pentingnya pendidikan dalam memberi landasan bagi kehidupan yang lebih baik dan sukses.

Sementara itu, Anies Baswedan mengajarkan bahwa, “Pendidikan sejatinya adalah proses yang membuat kita terus belajar, tanpa henti.” Pernyataan ini menggambarkan pentingnya sikap pembelajar sepanjang hayat dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan pada masa akan datang.

Dua tokoh ini bukan hanya menjadi simbol bagi dunia pendidikan Indonesia, tetapi juga sumber inspirasi bagi kita semua untuk terus berjuang memajukan pendidikan di negeri ini.

Melalui semangat mereka, kita diajak untuk merenungkan betapa berharganya pendidikan dalam membentuk generasi masa depan. Saya ingat betul kata ajaibnya “Pendidikan sebaiknya dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan hanya sekadar biaya atau pengeluaran.” Saya sepakat 2 Milyard persen (seperti kata Roy Suryo yang sedang viral).

Tak banyak kata pada tulisan saya kali ini, semoga tulisan ini dapat memberi inspirasi bagi pembaca untuk terus mendukung dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Terkhusus saya terus berkarya di Fakultas Teknik Universitas Lampung.