04/30/2026
WhatsApp Image 2025-04-29 at 10.57.57

Seiring bertambahnya jumlah kendaraan roda empat dan roda dua yang dimiliki oleh sivitas akademika Fakultas Teknik (FT), lahan parkir yang tersedia mulai terasa sempit. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan yang tidak teratur, sehingga mobilitas di area parkir menjadi kurang lancar.

Selama ini, beberapa upaya sudah dilakukan FT , seperti surat edaran pembatasan kendaraan, pembuatan garis panduan parkir bahkan berupa arahan langsung petugas satuan keamanan. Meskipun hasilnya belum begitu maksimal, karena beberapa faktor eksternal.

Parkir motor gedung E Fakultas Teknik (foto: Erwanto)

Kampus (Universitas Lampung) sendiri sebenarnya telah menyiapkan area parkir terpadu yang cukup luas, lengkap dengan lima unit mobil shuttle gratis yang siap mengantar sivitas akademika ke seluruh fakultas. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi, walaupun addaptasi penggunaannya masih memerlukan dorongan dan sosialisasi lebih masif.

Saya memandang tantangan parkir ini sebagai peluang bagi Fakultas Teknik untuk menjadi pelopor dalam penataan parkir yang lebih modern dan tertib di lingkungan kampus. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah pemasangan portal gate plus di pintu masuk dan keluar FT.

Apa itu portal gate plus?

Portal gate adalah sistem elektronik yang mengatur keluar masuk kendaraan di area parkir. Sistem ini menggunakan palang penghalang yang secara otomatis membuka dan menutup untuk mengontrol akses kendaraan.

Secara teknis, portal gate ini bisa dipasang di dua titik strategis: pertama, di jalan antara Teknik Arsitektur dan Teknik Geofisika sebagai pintu masuk, dan kedua, di belakang gedung Mekanika Tanah (Mektan) sebagai pintu keluar. Akses bisa menggunakan kartu khusus, mirip seperti sistem tol.

Ilustrasi pemasangan portal gate

Dosen dan pegawai diberikan akses penuh, sementara untuk mahasiswa dapat diberlakukan sistem bertahap, misalnya angkatan muda (2023/2024) untuk sementara diarahkan ke parkir terpadu.

Dengan sistem ini, kendaraan yang masuk dapat difilter secara lebih selektif. Tak hanya itu, meluli portal gate ini juga dapat meminimalisir potensi curanmor di lingkungan FT.

Trus plusnya apa? plusnya akan kita bahas nanti ya. Oke kita kembali ke topik…

Tentu, tantangan dalam penerapan sistem ini akan ada, mulai dari proses pengadaan, biaya perawatan, hingga resistensi dari sebagian mahasiswa. Sosialisasi yang masif melalui agen perubahan FT, ketua jurusan, dan program studi juga bisa menjadi kunci agar perubahan ini diterima dengan baik.

Saya yakin, dengan kolaborasi antara pimpinan fakultas, sivitas akademika, dan mahasiswa, tantangan ini bisa disulap menjadi langkah maju menuju lingkungan fakultas yang lebih tertib, nyaman, dan aman.

Semoga tulisan ini bisa menjadi pemantik diskusi positif dan sampai kepada para pengambil keputusan di Fakultas Teknik, sehingga ke depannya kita semua baik pegawai, dosen, maupun mahasiswa bisa menikmati kembali fasilitas parkir yang lapang dan nyaman.