Ada Seminar International Setiap Tahun di FKIP Unila Lho
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan konferensi internasional dalam pendidikan yang progresif ke-5 (The 5th International Conference on Progressive Education ‘ICOPE’).
Acara ini berlangsung pada Sabtu, 21 Oktober 2023, di Hotel Radisson, Bandar Lampung. Tema yang ICOPE 2023 usung adalah “Emerging AI for Education and Sustainable Human Development” yang menghadirkan lima keynote speakers yang berasal dari Monash University-Australia, University Teknologi Malaysia-Malaysia, Guimaras State University-Philippines, dan Unila.
Artificial Intelligence (AI) memiliki potensi besar untuk memengaruhi dunia pendidikan, baik dari segi manfaat maupun bahaya. Berikut adalah beberapa poin penting terkait manfaat dan bahaya AI di dunia pendidikan:
Manfaat AI di Dunia Pendidikan:
- Personalisasi Pembelajaran: AI dapat membantu menciptakan pengalaman pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Dengan analisis data, AI dapat menyesuaikan materi pembelajaran, tingkat kesulitan, dan gaya pengajaran.
- Peningkatan Efisiensi: AI dapat mengotomatisasi banyak tugas administratif, seperti mengoreksi ujian, memproses formulir, dan mengelola data siswa. Ini memungkinkan para guru untuk fokus pada aspek penting dari pengajaran.
- Pendeteksian Dini Kesulitan Belajar: Sistem AI dapat mengidentifikasi pola dalam kinerja siswa yang mungkin menunjukkan kesulitan belajar. Dengan demikian, intervensi dapat dilakukan lebih awal untuk membantu siswa mengatasi masalah tersebut.
- Pembelajaran Bahasa Asing: Teknologi AI dapat membantu dalam pembelajaran bahasa asing melalui pengenalan suara, penerjemahan otomatis, dan aplikasi pembelajaran bahasa.
- Aksesibilitas dan Inklusi: AI dapat membantu siswa dengan kebutuhan khusus dengan menyediakan alat bantu seperti pembaca teks, terjemahan bahasa isyarat, dan lain-lain.
- Meningkatkan Riset dan Pengembangan Kurikulum: AI dapat digunakan untuk menganalisis data besar untuk membantu merancang kurikulum yang lebih efektif dan relevan.
Bahaya AI di Dunia Pendidikan:
- Ketergantungan yang Berlebihan: Terlalu bergantung pada AI untuk mengambil keputusan penting dalam pendidikan dapat mengurangi peran manusia dalam proses pengajaran. Guru masih sangat diperlukan untuk memberikan panduan, inspirasi, dan interaksi manusiawi.
- Kekhawatiran Privasi dan Keamanan Data: Penggunaan teknologi AI dapat mengakibatkan masalah keamanan data. Informasi sensitif siswa dapat terancam jika sistem keamanan tidak memadai.
- Bias dan Ketidakadilan: Algoritma AI dapat mencerminkan bias dari data pelatihan mereka, yang dapat mengakibatkan ketidakadilan dalam pengambilan keputusan. Misalnya, dalam pengenalan wajah atau evaluasi kinerja siswa.
- Penghapusan Pekerjaan: Penggunaan teknologi AI dapat menggantikan beberapa tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia, seperti pengoreksian ujian otomatis. Ini dapat berdampak pada pekerjaan di bidang pendidikan.
- Kesulitan dalam Kustomisasi Kurikulum: Terkadang, AI mungkin tidak dapat menangkap nuansa dan kebutuhan spesifik dari setiap siswa dengan akurat. Ini dapat menyulitkan dalam menyediakan pengalaman pembelajaran yang benar-benar disesuaikan.
Penting untuk diingat bahwa AI hanyalah alat, dan keberhasilannya tergantung pada bagaimana teknologi ini diimplementasikan dan diawasi dalam konteks pendidikan. Keseimbangan antara teknologi dan interaksi manusiawi tetaplah penting untuk memberikan pengalaman pendidikan yang efektif dan berkelanjutan.
Melalui tema yang diangkat, para akademisi, peneliti, pakar, praktisi, dan mahasiswa, diharapkan dapat saling berbagi perspektif, pengalaman dan temuan penelitiannya, serta ide-ide maupun terobosan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran dalam rangka memadukan antara kompetensi kepribadian, pengetahuan, dan keterampilan sebagai inti literasi manusia dalam menghadapi era Society 5.0.
Editor: Tri Widioko









